Polisi Inggris Pemerkosa-Pembunuh Sarah Everard Dihukum Bui Seumur Hidup

Internasional Kriminal

tobapos.co – Di Inggris, polisi yang membunuh warganya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hukuman itu dijatuhkan pada polisi pemerkosa-pembunuh Sarah Everard (33).

Dilansir dari detik, Jumat (1/10/2021), polisi tersebut dijatuhi hukuman atas tindakannya memperkosa dan membunuh Sarah Everard. Kasus itu bikin heboh seluruh Inggris.

Polisi elite Inggris didakwa menculik dan membunuh Everard. Dia adalah Wayne Couzens (48), ditangkap apada 9 Maret.

“Anda telah merusak kehidupan keluarga dan teman-teman Sarah Everard … Anda telah mengikis kepercayaan bahwa publik berhak untuk memiliki pasukan polisi … Anda telah benar-benar mengkhianati keluarga Anda,” kata hakim dalam sambutan hukumannya.

Couzens divonis pada Kamis (30/9) waktu setempat. Hukuman seumur hidup seperti ini jarang di Inggris Raya kecuali untuk kejahatan serius yang khusus. Berdasarkan data di Kementerian Kehakiman Inggris, hanya 60 orang dari 7.000 tahanan yang dipenjara seumur hidup dari Juni 2021.

Baca Juga :   Pasca Diberitakan Tobapos, Polda Sumut Gerebek Sarang Judi di Kompleks Asia Mega Mas dan Lokasi Lainnya

Couzens disebut bertugas pada Komando Perlindungan Parlemen dan Diplomatik pada Kepolisian Metropolitan London, yang dikenal sebagai PaDP, didirikan tahun 2015 dan merupakan unit polisi bersenjata terbesar di Inggris. Unit ini memiliki peran yang luas, termasuk melindungi individu penting dan situs ikonik.

Unit elite ini juga bertanggung jawab atas patroli di area diplomatik seperti Gedung Parlemen, Downing Street atau kantor Perdana Menteri Inggris, dan kedutaan-kedutaan besar di London.

Jaksa menjelaskan awal peristiwa pembunuhan. Everard berjalan ke rumahnya di London pada 3 Maret saat Wayne Couzens menggunakan identifikasi polisi dan borgol. Couzens membujuknya masuk mobil dengan dalih Everard melanggar aturan COVID-19.

Hakim menambahkan Couzens telah menghabiskan sepanjang petang pada 3 Maret “berburu perempuan yang sedang sendirian untuk diculik dan diperkosa.”

Baca Juga :   Judi Dadu Besar-besaran di Lau Cih Pancur Batu Wilkum Polrestabes Medan Bisa Beroperasi Apakah Karena Setoran ?

Couzens dipecat dari Kepolisian Metropolitan London pada Juli, beberapa hari setelah dia didakwa bersalah.

Lord Justice Adrian Fulford mendeskripsikan Everard si korban adalah seorang eksekutif marketing usia 33 tahun. Everard adalah korban kekejian dari kasus yang “menghancurkan, tragis, dan brutal.”(REP/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *