Jalan Ononamolo III – Sisobambowo di Kabupaten Nias Barat Lumpuh, Ratusan Siswa Bertaruh Nyawa Setiap Hari

Headline Sekitar Kita

tobapos.co –  Kondisi jalan di Kabupaten Nias Barat, Sumut, tepatnya di Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat menuju Desa Sisobambowo Mandrehe induk sangat memprihatinkan. (foto- atas)

Jalan tersebut rusak parah, berlubang besar, bergelombang, serta berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun.

Ironisnya, jalan ini merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilalui sekitar 200 siswa SMP dan SMA, serta para pegawai yang bekerja di Kabupaten Nias Barat, Kamis (05/11/2026).

Pantauan Jurnalis Tobapos.co di lokasi, jalan yang masih berupa tanah bercampur lumpur tampak licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sejumlah siswa dan warga yang mengendarai sepeda motor bahkan terpaksa turun dan mendorong kendaraannya demi menghindari risiko terjatuh.

Baca Juga :  DJP Sumut I Serahkan Tersangka Penggelapan Pajak ke Kejatisu

Salah seorang warga, Yuniman Hia, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

_”Jalannya sudah rusak parah, kalau hujan, lumpur semua. Anak-anak kami sering jatuh dari motor, kasihan. Baju seragam mereka kotor semua sampai ke sekolah,”ujarnya.

Menurut warga Sisobambowo, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan berulang kali dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini belum ada pembangunan maupun perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun Provinsi Sumatera Utara.

Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nias Barat maupun anggota DPRD segera turun ke lokasi dan memprioritaskan pembangunan jalan, setidaknya penimbunan sirtu dan pasir secara merata.

Masyarakat menilai perbaikan jalan ini bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan dan kenyamanan ratusan siswa dalam menuntut ilmu.

Baca Juga :  Wartawan Medan Utara Desak Polisi Tangkap Pembunuh Marsal Harahap

“Jangan tunggu ada siswa dan warga mengalami kecelakaan parah baru jalan dibangun atau diperbaiki,” pungkas warga. (Faagulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *