Gandeng FK USU, Airin Rico Waas Dorong Edukasi Kanker Payudara Dikemas Kreatif

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, menegaskan pentingnya penguatan edukasi serta deteksi dini kanker payudara di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Airin Rico Waas saat menerima audiensi dari tim Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (6/11/2026).

​Dalam audiensi tersebut juga disampaikan rencana penelitian bertajuk Penguatan Sistem Kesehatan Untuk Meningkatkan Deteksi dan Diagnosis Dini Kanker Payudara di Kota Medan.

Airin Rico Waas menyatakan dukungannya dan mengusulkan agar edukasi kesehatan ini diintegrasikan ke dalam program-program rutin yang sudah berjalan di masyarakat, seperti Posyandu dan kegiatan komunitas.

​”Posyandu kita memiliki program rutin. Nantinya, kita bisa mengundang dokter untuk sekaligus memberikan edukasi tentang kanker payudara dan program kesehatan lainnya. Kalau ada kegiatan komunitas, para dokter juga bisa kita libatkan,” ujar Airin Rico Waas.

Baca Juga :  Seorang Warga Asahan Kembali Suspek Covid-19

​Lebih lanjut, ia mendorong agar gerakan edukasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader PKK, kepala lingkungan (kepling), hingga masyarakat luas. Menurutnya terlibatnya tenaga medis secara langsung akan membuat informasi kesehatan yang disampaikan menjadi pengetahuan praktis yang dapat diteruskan ke dalam lingkup keluarga.

​Selain penyuluhan langsung, Airin Rico Waas juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media publik dan media sosial dalam menyampaikan pesan kesehatan. Ia berharap materi edukasi dikemas secara kreatif, ringan, dan menarik agar mudah diterima oleh berbagai kalangan usia, khususnya generasi muda.

“Edukasi ini harus kita kemas dalam bentuk yang ringan dan menarik. Jangan sampai ketika masyarakat melihat kontennya, mereka justru langsung melewati karena penyampaiannya kurang menarik,” tambahnya.

​Airin Rico Waas juga menekankan agar materi edukasi yang disiapkan mencakup panduan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), pengenalan gejala awal, serta langkah-langkah deteksi dini.

Baca Juga :  Bank Jakarta Siap Dukung Persija Arungi Super Liga 2025-2026

​Sementara itu, perwakilan tim peneliti dari Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer FK USU/Departemen Ilmu Komunitas sekaligus Manajer Hukum dan Humas RSP CPL USU, dr. Ivana Alona, MPH, Sp.KKLP, memaparkan bahwa rendahnya kesadaran, stigma sosial, serta rasa takut terhadap diagnosis masih menjadi kendala utama dalam penanganan kanker payudara.

​Berdasarkan data penelitian kolaborasi antara USU dan SingHealth Duke-NUS Singapura yang berjalan sejak Mei 2025, tercatat sekitar 60 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang berobat ke rumah sakit ketika sudah berada dalam kondisi stadium lanjut.

​”Karenanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TP PKK, Posyandu, kader kesehatan, penyintas kanker, tokoh masyarakat, hingga dukungan dari keluarga sangat krusial,” kata Ivana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *