Dua Tahun Edy-Ijeck Memimpin, OPD Pemprovsu Banyak Plt, Ketua DPRD Sumut: Malu Kita

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Persoalan pimpinan OPD di Pemprovsu yang saat ini masih banyak dijabat Pelaksana Tugas (Plt) sepertinya tak kunjung selesai. Bahkan kondisi ini sudah berlangsung lama dan sampai detik ini tak kunjung selesai.

Ironinya, sudah berjalan lebih 2 tahun lebih Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memimpin Sumatera Utara.

Terkait itu, anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga menilai, banyaknya OPD dipimpin Plt, menyebabkan roda pemerintahan tidak berjalan efektif.

Oleh karena itu, dia mengusulkan ada baiknya dibentuk Pansus DPRD Sumut untuk mengetahui penyebabnya.

“Saya kira ada baiknya juga itu (Pansus) dibentuk. Ini mendesak. Kenapa dan ada apa? Begitu lamanya jajaran eselon tidak defenitif bahkan rangkap jabatan. Roda pemerintahan pasti tidak efektif,” tegas Politisi Partai PKB itu, Jumat, 5 Februari 2021.

Ketika ditanya, apakah dikarenakan sumber daya manusia (SDM) di Pemprovsu itu minim, sehingga belum ada yang cocok mengisi jabatan eselon II tersebut ?

Zeira menjawab, “Sebenarnya SDM di Sumut banyak. Hanya saja Gubernur belum mampu memilih orang yang terbaik untuk membantu pekerjaannya.”

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting juga mendesak Gubsu Edy Rahmayadi untuk segera melantik pejabat eselon II hasil seleksi yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Karena menurutnya, sudah 2 tahun kepemimpinan Edy-Ijeck, hendaknya jangan lagi ada Plt (Pelaksana tugas) di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprovsu.

“Saya sudah menyampaikan kepada Gubernur supaya segera dilantik, dia akan segerakan, katanya. Dia yang ngomong sendiri ke saya. Jangan lagi Plt – Plt lah malu kita,” ujar Baskami, menirukan, Rabu (3/2/2021) di Medan.

Baskami juga mengatakan, Gubsu sudah berjanji untuk segera melantik jabatan eselon II dalam waktu dekat. “Kita juga malu, karena sudah dua tahun lebih kepemimpinan Edy-Ijeck, masih banyak OPD yang rangkap jabatan dan menjadi pelaksana tugas alias Plt,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengaku kecewa, karena masih banyaknya jabatan yang dijabat Plt, bahkan beberapa diantaranya menjabat sebagai Plt di dua OPD, seolah-olah tidak ada lagi putra daerah ini yang memiliki kemampuan.

Padahal, tambahnya lagi, masih banyak orang Sumut yang memiliki potensi untuk mengisi kekosongan jabatan di OPD.

“Makanya kita kecewa kali. Kita kan maunya jangan Plt, kayak gak ada orang yang berpotensi di Sumut ini bisa dipakai, kalau memang tidak bagus bisa diganti. Kasih dulu mereka kebijakan,” tambahnya. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *