tobapos.co – Kelahiran 14 Maret 1985, saat ini Kompol Bayu Putra Samara (foto) menjabat sebagai Kasubdit III Jatanras Polda Sumut. Sebelumnya juga, sebagai Kabag Ops Polres Siantar, Kanit V Subdit 3 Jatanras serta Kasat Reskrim Polres Deli Serdang dan juga Kanit Pidum di Polrestabes Medan.
Begitu sedikit jejak jabatan yang dicatat wartawan media ini tentang sosok Kompol Bayu Putra Samara SIK. Jumat (11/10/2024).
Sebagai wartawan yang tergolong bukan seumur jagung ditempatkan bertugas melakukan kerja jurnalistik di institusi kepolisian, untuk deretan karir jabatan yang pernah dan saat ini dijabat Kompol Bayu Putra Samara, dirasa termasuk di atas rata-rata kebanyakan anggota Polri.
Bukan hanya cuap-cuap di kalangan para wartawan yang kerap terdengar nama Kompol Bayu Putra Samara sebagai ujung tombak pengungkapan beberapa kasus kriminal besar oleh Polda Sumut.
Alhasil, prestasi Kompol Bayu di bidang Reserse pun mendapatkan apresiasi dari beberapa Kapolda Sumut, dan penghargaan saat dijabat Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Kasus yang berhasil diungkap itu, penyerangan dan pembakaran mobil oleh salah seorang mafia judi dan narkoba di Sumut.
Meski begitu, Kasubdit III Jatanras Polda Sumut ini sangat low profile dan selalu menunjukkan kerja nyata, bukan karya kata.
Ada lagi, di antara beberapa kasus yang sempat membuat geger Sumatera Utara bahkan nasional, masih terkait aksi mafia, penyerangan dan pembakaran mobil wartawan yang sampai menyebabkan korban, kasus yang menjadi sorotan tajam masyarakat itu pun tak lama berhasil diungkap, dan belakangan Polda Sumut mendapat pujian berbagai kalangan masyarakat.
“Terima kasih Bapak Kapolda Sumut, bapak -bapak yang bertugas di lapangan, Bapak Kasubdit Bayu, rupanya tidak benar semua polisi sama, masih banyak yang baik, ini sudah kami buktikan,” ujar korban yang diamini masyarakat sekitar kejadian, di kawasan Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.
Ditimpali salah seorang Ketua LSM, “Kita sebagai elemen masyarakat berharap kepada pimpinan Polri baik di wilayah dan di pusat lebih memperhatikan bawahan yang mumpuni terlebih yang berprestasi dalam menjalankan tugas berat sebagai polisi menjaga Kamtibmas, sebaliknya ada hukuman tegas terhadap yang tidak baik dalam bertugas,”
“Bila demikian, seperti Bapak Kompol Bayu Putra Samara, semoga diberikan kemudahan memperoleh tingkat yang lebih tinggi, masyarakat mendambakan polisi- polisi yang berdedikasi tinggi, supaya bisa lebih luas masyarakat mendapatkan fungsi dari Polri sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat,” kata Ketua LSM yang vokal menyoroti kinerja aparatur negara itu. (MR/bersambung)