Ada Pedagang Terpapar, Pasar Jaya Terus Berupaya Cegah Penyebaran Corona

Pemerintahan

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasruddin

tobapos.co – Perumda (PD) Pasar Jaya akan menutup tiga hari setiap pasar yang pedagangnya diketahui terpapar virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta. Sebanyak 19 pasar yang telah dilakukan rapid test dengan 51 pedagang diketahui terpapar corona.

“Kita akan tutup selama 3 hari untuk kita  semprot disinfektan dan seterilasasi,” ujar Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasruddin dalam diskusi virtual bersama wartawan Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/06/2020).

Arief mengatakan apara pedagang juga akan diminta isolasi mandiri bila diketahui memiliki gejala Covid-19. Sementara, bila pedagang sudah positif Covid-19 maka akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Dan kami melakukan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung dan pedagang akan kami bekali face shild,” ujarnya.

Ia menambahkan, PD Pasar Jaya juga menerapkan traffic flow untuk akses masuk ke setiap pasar yang ada di Ibu Kota. Selain itu, pasar juga akan disiapkan tempat pencuci tangan, hingga hand sanitizer.

“Dan bagi konsemen yang melanggar terpaksa kita keluarin dari pasar. Misalnya dia pakai masker tapi cuma dikalungin agar pasar jangan terkesan sebagai zona merah yang membuat masyarakat takut mengunjungi pasar,” tandasnya.

Arief Nasrudin menyampaikan pihaknya melakukan rapid test di 19 pasar yang ada di Jakarta sehingga diketahui sebanyak 51 pedagang positif corona (Covid-19).

Ia pun membenarkan apa yang disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang menyatakan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi paling rawan penyebaran virus corona di Ibu Kota.

“Memang benar apa yang disampaikan Pemprov DKI soal pasar tradisional. Karena memang pasar pangan tidak ditutup,” kata Arief.

Arief menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi potensi penyebaran pandemi Covid-19 di pasar setelah adanya rapat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Maret lalu.

“Dan penyebaran covid itu dari sedikit dan terus meningkat,” ujarnya.

Aief menerangkan pihaknya langsung melakukan operasi pasar dengan membagikan masker kain. Hingga melakukan pengetatan di pintu masuk pasar.

“Dan kita melakukan pengetatan akses masuk pasar dan kita melakukan penyemprotan sekali dalam dua Minggu,” tandasnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *