Cair… Bos Judi Dadu Balai Desa Pancur Batu Bagi-bagi Bonus THR

Headline Kriminal

tobapos.co – Bos pengelola perjudian besar-besaran di Jalan Balai Desa, Pancur Batu wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumut bagi-bagi THR, mungkin sebagai bonus setelah semakin bertambah pesatnya omset mereka.

Seperti pepatah ‘selagi ayam masih makan jagung’, lancar diberikan ‘siraman’, para oknum aparat berwenang maupun media yang seharusnya menjadi lawan terhadap terus beroperasinya perjudian tersebut , kini telah berubah menjadi kawan dan membina hubungan mesra, masyarakat juga yang jadi korbannya.

“Lumayan lah bang dikasih, dobel dari jatah harian maupun yang ambil jatah mingguan. Ini baru pulang kami dari sana, masuk ke dalam nanti yang jaga portal pertama mengarahkan, dah dapat kami bang, atau telpon nomor humasnya,” kata sumber. Rabu (5/5/2021).

Sebelumnya Diberitakan

Setiap harinya hingga kini, mirip saat pembagian BLT orang yang datang menyinggahi arena perjudian besar-besaran di Jalan Balai Desa, Pancur Batu, Sumatera Utara, mengambil jatah.

Ini sudah berlangsung hampir setengah tahun lamanya, diperkirakan sejak judi dadu hingga judi yang menggunakan mesin aktif disana. Besaran jatah bagi yang mau mengambil per hari disebut Rp100 ribu, sedangkan yang maunya per minggu Rp500 ribu dan ada yang sampai Rp 1 juta. Beda lagi porsi atasan yang duduk di belakang meja.

“Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi”

Dari itu, masyarakat berharap seluruh pihak mau bekerjasama, yang berwenang jangan tutup mata. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 cenderung terus meningkat. Presiden Joko Widodo juga sudah menegaskan baru-baru ini, “Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi”

Penelusuran terkini didapat tim tobapos.co, untuk memasuki arena utama perjudian di Jalan Balai Desa Pancur Batu tersebut cukup memakan waktu sebab jalan rusak. Kemudian ada 3 portal yang disiapkan pengelola untuk memeriksa, menanyakan siapa saja yang ingin masuk. Aktivitas pemain judinya semakin melimpah ruah, kini digelar sejak siang hari, sampai tengah malam.

Bahkan untuk memeriahkan suasana, diperdengarkan pula alunan musik seperti berpesta pora, tanpa perduli semua lapisan pemerintah-masyarakat sedang bersusah payah berperang melawan wabah mematikan ‘corona’ dan rela untuk tidak mudik bahkan anak-anak belum bisa bersekolah seperti biasa.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *