<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#lsm Archives - Tobapos</title>
	<atom:link href="https://tobapos.co/tag/lsm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tobapos.co</link>
	<description>Setia Kepada Rakyat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 00:56:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.7.16</generator>

<image>
	<url>https://tobapos.co/wp-content/uploads/2020/10/cropped-favicon-tobapos-1-32x32.png</url>
	<title>#lsm Archives - Tobapos</title>
	<link>https://tobapos.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LSM Masih Jadi Anak Manja Donor</title>
		<link>https://tobapos.co/lsm-masih-jadi-anak-manja-donor/</link>
					<comments>https://tobapos.co/lsm-masih-jadi-anak-manja-donor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Tobapos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 00:56:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[#agungnugroho]]></category>
		<category><![CDATA[#donor]]></category>
		<category><![CDATA[#lsm]]></category>
		<category><![CDATA[#rekanindonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tobapos.co/?p=52669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Agung Nugroho, Ketua Umum Rekan Indonesia Sejak era reformasi hingga hari ini, dunia LSM di Indonesia masih berkutat pada masalah klasik: ketergantungan pada donor. Banyak organisasi masyarakat sipil seolah menempatkan donor sebagai “dewa penggerak organisasi.” Kalau ada donor, mesin gerakan hidup; begitu dana habis, aktivitas macet. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kemandirian LSM masih sebatas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/lsm-masih-jadi-anak-manja-donor/">LSM Masih Jadi Anak Manja Donor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Oleh: Agung Nugroho, Ketua Umum Rekan Indonesia</em></strong></p>



<p>Sejak era reformasi hingga hari ini, dunia LSM di Indonesia masih berkutat pada masalah klasik: ketergantungan pada donor. Banyak organisasi masyarakat sipil seolah menempatkan donor sebagai “dewa penggerak organisasi.” Kalau ada donor, mesin gerakan hidup; begitu dana habis, aktivitas macet. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kemandirian LSM masih sebatas jargon.</p>



<p>Kalau kita baca Pierre Bourdieu, sebenarnya mudah dipahami kenapa donor begitu dominan. Donor membawa modal simbolik: nama besar, legitimasi, sekaligus gengsi. LSM yang kebagian kue donor otomatis terlihat lebih “wah” di ruang publik. Tapi di balik itu, ada relasi kuasa yang tidak seimbang: donor jadi pemegang kendali, sementara LSM jadi pelaksana setia. Artinya, struktur dominasi tetap berjalan meskipun kemasannya program sosial.</p>



<p>Antonio Gramsci bisa membantu menjelaskan lebih jauh. Donor tidak hanya kasih uang, tapi juga paket nilai dan agenda. LSM kemudian menginternalisasi agenda ini dalam bentuk program. Proses ini yang disebut Gramsci sebagai hegemoni: dominasi yang halus tapi efektif. Akibatnya, alih-alih menyalakan api dari kebutuhan rakyat sendiri, banyak LSM justru sibuk menyesuaikan diri dengan logika proposal.</p>



<p>Karl Marx barangkali tersenyum miris melihat kenyataan ini. Hubungan donor-LSM persis seperti relasi majikan-buruh. Donor punya “alat produksi” berupa dana, sedangkan LSM menawarkan “tenaga kerja” berupa proyek dan laporan. Hasilnya, bukannya tumbuh sebagai kekuatan mandiri, banyak LSM malah terjebak dalam ketergantungan struktural—hanya bisa bergerak kalau ada “upah”.</p>



<p>Kalau ditarik ke teori dependency ala Andre Gunder Frank, kondisi ini mirip relasi pusat-pinggiran dalam ekonomi dunia. Donor berperan sebagai pusat yang menentukan arah, sementara LSM lokal menjadi pinggiran yang bergantung penuh. Ketika ketergantungan terlalu kuat, inisiatif lokal mati pelan-pelan. LSM akhirnya sibuk menjadi “agen proyek” ketimbang agen perubahan.</p>



<p>Habermas pun sudah memberi alarm lewat konsep ruang publik. Ruang publik yang sehat seharusnya bebas dari dominasi, tempat masyarakat bisa berdiskusi kritis. Tapi dalam praktiknya, ruang publik LSM sering dipagari agenda donor. Diskusi tentang kesehatan, pendidikan, atau lingkungan misalnya, kadang sudah diarahkan ke indikator proyek. Jadi, bukan murni suara warga, melainkan hasil “setting” dari proposal.</p>



<p>Padahal, dalam teori civil society, LSM dianggap aktor penting demokrasi. Alexis de Tocqueville sudah menekankan, organisasi masyarakat sipil bisa jadi sekolah demokrasi: tempat warga belajar mandiri, berpartisipasi, dan saling percaya. Tapi kalau LSM terlalu sibuk mengurus laporan donor, fungsi ini kabur. LSM yang seharusnya jadi jembatan rakyat justru menjauh dari rakyat.</p>



<p>Mari kita jujur: LSM memang butuh donor, terutama untuk menopang kerja-kerja awal. Tapi jika seluruh energi dihabiskan hanya untuk mengejar dana, bukankah kita sedang melatih diri jadi “anak manja” yang hanya bergerak ketika ada uang jajan? Solusinya jelas: kemandirian finansial. Ada banyak cara, mulai dari iuran anggota, usaha sosial (social enterprise), hingga kolaborasi lintas komunitas.</p>



<p>Karena kalau tidak, sindiran itu makin terasa benar: LSM bukan lagi Lembaga Swadaya Masyarakat, tapi sudah berubah jadi Lembaga Sangat Menggantungkan diri. (Nauli)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/lsm-masih-jadi-anak-manja-donor/">LSM Masih Jadi Anak Manja Donor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tobapos.co/lsm-masih-jadi-anak-manja-donor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Apresiasi Kinerja Kepling Lingkungan II Welly, Lurah Helvetia dan Camat Medan Helvetia</title>
		<link>https://tobapos.co/masyarakat-apresiasi-kinerja-kepling-lingkungan-ii-welly-lurah-helvetia-dan-camat-medan-helvetia/</link>
					<comments>https://tobapos.co/masyarakat-apresiasi-kinerja-kepling-lingkungan-ii-welly-lurah-helvetia-dan-camat-medan-helvetia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Tobapos]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 03:26:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#camathelvetia]]></category>
		<category><![CDATA[#keplinglingkungan2]]></category>
		<category><![CDATA[#kinerjabaik]]></category>
		<category><![CDATA[#lsm]]></category>
		<category><![CDATA[#lurahhelvetia]]></category>
		<category><![CDATA[#pemkomedan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tobapos.co/?p=49454</guid>

					<description><![CDATA[<p>tobapos.co &#8211; Atas kinerja baik di mata masyarakatnya, sosok Kepala Lingkungan (Kepling), bernama Welly, yang bertugas di Lingkungan 2, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan mendapatkan apresiasi besar dari seluruh warganya. Kamis (16/1/2025). Hal itu disampaikan beberapa warga Lingkungan 2, saat ditemui wartawan. Menurut warga, sosok Kepling Welly begitu aktif mengontrol seluruh wilayah kerjanya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/masyarakat-apresiasi-kinerja-kepling-lingkungan-ii-welly-lurah-helvetia-dan-camat-medan-helvetia/">Masyarakat Apresiasi Kinerja Kepling Lingkungan II Welly, Lurah Helvetia dan Camat Medan Helvetia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>tobapos.co &#8211; Atas kinerja baik di mata masyarakatnya, sosok Kepala Lingkungan (Kepling), bernama Welly, yang bertugas di Lingkungan 2, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan mendapatkan apresiasi besar dari seluruh warganya. Kamis (16/1/2025).</p>



<p>Hal itu disampaikan beberapa warga Lingkungan 2, saat ditemui wartawan. Menurut warga, sosok Kepling Welly begitu aktif mengontrol seluruh wilayah kerjanya.</p>



<p>Baik di bidang kebersihan lingkungan, keamanan, ketertiban, bahkan sampai kenyamanan warganya tak pernah luput dari perhatian Kepling Welly setiap saat.</p>



<p>&#8220;Salut kami lihat Kepling kami yang sekarang ini, dia Pak Welly, tak pernah dia lepas memperhatikan warganya, memperbaiki mana-mana yang dianggap kurang baik, jadi dia orangnya sangat dekat dengan warga, terutama menyahuti bila ada keluhan warga,&#8221; kata warga dipanggil Putra mewakili sejumlah warga lainnya.</p>



<p>Sambung Putra lagi, &#8221; Kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Lurah Helvetia M Hafiz Tri Arnanda Parinduri dan juga Bapak Junaedi Lumban Gaol sebagai Camat Medan Helvetia telah menempatkan sosok Kepling Welly sebagai perpanjangan tangan dari Bapak-bapak dalam mengakomodir keperluan kami.&#8221;</p>



<p>&#8220;Sampai saat ini kami merasa sangat terlayani, sangat nyaman berkat Kepling Welly, kami butuh kepemimpinan seperti sosok Kepling Pak Welly,,&#8221; tutup Putra diamini warga lainnya.</p>



<p>Di tempat terpisah, Ketua LSM Suara Proletar, Ridwanto Simanjuntak SIP dimintai tanggapannya terkait apresiasi masyarakat terhadap kinerja Kepling mereka sebagai aparatur pemerintah tingkat paling dasar, yang dimaksud di Pemerintahan Kota Medan.</p>



<p>Ridwanto menegaskan, &#8220;Sebagai ujung tombak berjalannya roda pemerintahan daerah, kinerja Kepling tentunya mencerminkan kinerja aparatur pemerintah di atasnya. Sebagai pengamat kondisi sosial dan apapun yang terjadi di masyarakat, kita sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat kalau bisa meminta Kepling -kepling yang berprestasi diberikan reward, begitu juga sebaliknya dengan yang kurang, diberikan sanksi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebagai tambahan informasi, dari berbagai sumber diperoleh tentang profil Kepling Welly.</p>



<p>Dia (Welly) saat ini berusia 49 tahun, memiliki 2 anak, laki-laki dan perempuan. Istrinya merupakan Ibu Rumah Tangga yang memiliki usaha (UMKM), kuliner di Jalan Beringin 3.(TP/Bersambung)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/masyarakat-apresiasi-kinerja-kepling-lingkungan-ii-welly-lurah-helvetia-dan-camat-medan-helvetia/">Masyarakat Apresiasi Kinerja Kepling Lingkungan II Welly, Lurah Helvetia dan Camat Medan Helvetia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tobapos.co/masyarakat-apresiasi-kinerja-kepling-lingkungan-ii-welly-lurah-helvetia-dan-camat-medan-helvetia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTSP Kejati Sumut Diapresiasi Masyarakat, Idianto Disebut Sosok Jujur Berani Tegas</title>
		<link>https://tobapos.co/ptsp-kejati-sumut-diapresiasi-masyarakat-idianto-disebut-sosok-jujur-berani-tegas/</link>
					<comments>https://tobapos.co/ptsp-kejati-sumut-diapresiasi-masyarakat-idianto-disebut-sosok-jujur-berani-tegas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Tobapos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 05:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[#kejatisumut]]></category>
		<category><![CDATA[#lsm]]></category>
		<category><![CDATA[#ptsp]]></category>
		<category><![CDATA[#stburhanuddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tobapos.co/?p=47392</guid>

					<description><![CDATA[<p>tobapos.co &#8211; Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Sumut layak mendapatkan apresiasi. Hal tersebut diungkapkan masyarakat, Lambok Situmeang (42), warga Jalan Kapten Muslim. Kota Medan, kepada sejumlah wartawan di Jalan AH. Nasution Medan. &#8220;Saya sengaja mendatangi warung ini karena katanya sering tempat ngumpul para wartawan. Kebetulan saya sudah ketiga kali ini datang ke Kejati Sumut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/ptsp-kejati-sumut-diapresiasi-masyarakat-idianto-disebut-sosok-jujur-berani-tegas/">PTSP Kejati Sumut Diapresiasi Masyarakat, Idianto Disebut Sosok Jujur Berani Tegas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>tobapos.co &#8211; Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Sumut layak mendapatkan apresiasi. Hal tersebut diungkapkan masyarakat, Lambok Situmeang (42), warga Jalan Kapten Muslim. Kota Medan, kepada sejumlah wartawan di Jalan AH. Nasution Medan.</p>



<p>&#8220;Saya sengaja mendatangi warung ini karena katanya sering tempat ngumpul para wartawan. Kebetulan saya sudah ketiga kali ini datang ke Kejati Sumut, menyampaikan surat atas persoalan hukum yang keluarga kami alami. Jadi karena sangat senang dengan pelayanan di PTSP Kejati Sumut ini, saya ingin bagikan pengalaman saya ini kepada masyarakat luas, &#8221; katanya membuka perbincangan dengan wartawan. Senin (23/9/2024).</p>



<p>Sambungnya, &#8220;Yang pertama, sebagai masyarakat tentunya kita sering kurang segala sesuatunya, seperti saya ingin menyampaikan informasi supaya dapat diproses hukum, oleh petugasnya yang ramah, mana yang diperlukan, kita masyarakat dipandu.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kemudian setelah surat kita sampaikan, tentunya kita ingin tahu informasi lebih lanjut, itu kita gampang untuk mengetahuinya sudah sejauh mana penanganan surat tersebut, ada piket Jaksa yang melayani kita, diinformasikan ke kita juga dengan transparan, bahkan sampai semua unek-unek kita ditampung, &#8220;</p>



<p>&#8220;Terimakasih, saat ini laporan informasi yang saya sampaikan sudah ditangai pula dengan baik proses hukumnya. Jadi, mungkin bisa mewakili masyarakat lainnya, merasa lebih percaya bahkan lebih pantas ingin memberikan apresiasi kepada Kejati Sumut terutama saat ini dipimpin Bapak Idianto, semoga kepemimpinan seperti beliau ini dapat terus berlanjut, dan Sumut lebih baik penegakan hukumnya,&#8221; kata Situmeang dengan yakin.</p>



<p>Mendapat informasi tak biasa dari masyarakat seperti itu, tentunya para wartawan ingin lebih menguatkan. Lalu, dicoba tanyai beberapa orang yang kebetulan terlihat keluar dari pintu PTSP Kejati Sumut.</p>



<p>Seorang wanita diantaranya belakangan mengaku bernama Siti Rayani (38). Dirinya berkomentar, yang ternyata penyampaiannya tidak jauh berbeda dengan Lambok Situmeang sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Kalau saya tujuannya kirim surat memohon pelindungan hukum sama Bapak Kajatisu, ada kasus yang yang Abang saya alami, saya pikir tadinya berbelit -belit bahkan harus mengeluarkan uang, tetapi ternyata tidak, dan ini surat yang kedua saya kirimkan. Alhamdulillah, berjalan lancar, dan ditanggapi serius, gratis,&#8221; kata wanita berhijab yang mengaku lulusan USU yang mengaku ditemani adik-adik juniornya mahasiswa hukum.</p>



<p>Menambahi pernyataan kedua masyarakat tersebut sebelumnya yang langsung ditanyai wartawan. Lalu dicoba kembali dimintai tanggapan akademisi hukum sekaligus pengurus di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat.</p>



<p>&#8220;Memang Kejatisu saat ini tampaknya tidak main-main, atau mungkin itu dampak ketegasan Bapak Jaksa Agung Burhanuddin kepada seluruh jajarannya, tak bisa dipungkiri, kasus-kasus korupsi yang berhasil diungkap Kejati Sumut juga tak main-main, seperti kasus dugaan korupsi Kadis Kesehatan Propinsi Sumut, proses hukum berjalan terus, kemudian yang DPO juga banyak yang tertangkap tim Kejatisu, &#8220;</p>



<p>&#8220;Jadi, kita selaku di barisan LSM juga memberikan dukungan kepada Bapak Kajati Sumut Idianto, dia sosok yang jujur, berani, juga tegas. Semoga pemimpin seperti Pak Idianto ini dapat diberikan amanah yang lebih besar, agar lebih banyak membantu pencari keadilan, terutama rakyat kecil, bravo Pak Kajati Sumut.. Bravo Pak Idianto.. Semoga sehat selalu, amin.&#8221; ungkap Isha Nasution SH, MH. (Mr)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/ptsp-kejati-sumut-diapresiasi-masyarakat-idianto-disebut-sosok-jujur-berani-tegas/">PTSP Kejati Sumut Diapresiasi Masyarakat, Idianto Disebut Sosok Jujur Berani Tegas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tobapos.co/ptsp-kejati-sumut-diapresiasi-masyarakat-idianto-disebut-sosok-jujur-berani-tegas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
