<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#anak Archives - Tobapos</title>
	<atom:link href="https://tobapos.co/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tobapos.co</link>
	<description>Setia Kepada Rakyat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Mar 2025 07:47:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.7.16</generator>

<image>
	<url>https://tobapos.co/wp-content/uploads/2020/10/cropped-favicon-tobapos-1-32x32.png</url>
	<title>#anak Archives - Tobapos</title>
	<link>https://tobapos.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Tersangka Nyaris Diamuk Massa Saat Pra Rekonstruksi Dugaan Penganiayaan Siswa di Asahan</title>
		<link>https://tobapos.co/tiga-tersangka-nyaris-diamuk-massa-saat-pra-rekonstruksi-dugaan-penganiayaan-siswa-di-asahan/</link>
					<comments>https://tobapos.co/tiga-tersangka-nyaris-diamuk-massa-saat-pra-rekonstruksi-dugaan-penganiayaan-siswa-di-asahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Tobapos]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 07:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#anak]]></category>
		<category><![CDATA[#penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#polresasahan]]></category>
		<category><![CDATA[#prarekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tobapos.co/?p=50097</guid>

					<description><![CDATA[<p>tobapos.co &#8211; Pra rekontruksi yang dilakukan Polres Asahan bersama Polda Sumut di Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Senin (17/3/2025), ramai dikerubungi warga. Tidak sedikit masyarakat menyoraki para tersangka saat memperagakan beberapa adegan kronologi penangkapan dan penganiayaan korban Pandu Brata Siregar. Tak hanya sekali, masyarakat berulang kali menyoraki tiga tersangka dan terkhusus tersangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/tiga-tersangka-nyaris-diamuk-massa-saat-pra-rekonstruksi-dugaan-penganiayaan-siswa-di-asahan/">Tiga Tersangka Nyaris Diamuk Massa Saat Pra Rekonstruksi Dugaan Penganiayaan Siswa di Asahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>tobapos.co &#8211; Pra rekontruksi yang dilakukan Polres Asahan bersama Polda Sumut di Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Senin (17/3/2025), ramai dikerubungi warga.</p>



<p>Tidak sedikit masyarakat menyoraki para tersangka saat memperagakan beberapa adegan kronologi penangkapan dan penganiayaan korban Pandu Brata Siregar.</p>



<p>Tak hanya sekali, masyarakat berulang kali menyoraki tiga tersangka dan terkhusus tersangka IPDA Ahmad Efendi saat melakukan penganiayaan, masyarakat menyoraki sembari melontarkan kata-kata kasar.</p>



<p>Parahnya, saat tim selesai melakukan pra rekonstruksi, masyarakat mengejar para pelaku, sehingga sempat ada cekcok antara masyarakat dan beberapa anggota polisi pengamanan.</p>



<p>Satu orang warga nyaris dibawa karena diduga sebagai provokator dan pemukulan terhadap para tersangka. Namun, satu orang warga tersebut akhirnya dilepas.</p>



<p>Salah seorang warga, Panjaitan, mengaku kesal dengan ketiga tersangka karena nekat menganiaya anak sekolah yang sudah tidak berdaya.</p>



<p>&#8220;Saya melihat tadi kesal sekali. Anak ini tidak melakukan perlawanan, dan dengan enaknya mereka membanting, memijak, menendang dan memukul korban,&#8221; ujar Panjaitan.</p>



<p>Ia mengaku, IPDA Ahmad Efendi merupakan oknum polisi yang tidak bijaksana menanggapi hal, sehingga menjadi boomerang bagi dirinya.</p>



<p>&#8220;Dua warga sipil ini seperti yang menyetir si polisi (IPDA Ahmad Efendi). Dia perwira tapi dia yang disetel (atur) oleh dua sipil ini, dia terikut mainan mereka. Harusnya dia bijaksana sebagai perwira. Namun, itu tidak dipikirkannya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ia berharap, kasus ini dapat berjalan dengan adil tanpa ada direkayasa. Sebab, polisi harusnya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Kami percaya masih banyak polisi yang baik, ini hanya oknum. Segelintir oknum yang seperti ini. Masih banyak polisi yang baik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebelumnya, Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Sumaryono masih bungkam terkait pra rekonstruksi yang dilakukan Senin (17/3/2025).</p>



<p>Dirkrimum Polda Sumut itu masih belum bersedia memberikan klarifikasi terhadap perkara ini dan mengaku menunggu akan dilakukan relis.</p>



<p>&#8220;Besok ya. Besok ya. Besok ya,&#8221; jawab Dirkrimum Polda Sumut menjawab beberapa pertanyaan wartawan.</p>



<p>Sebelumnya, Pandu Brata Siregar (18) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh oknum polisi. Dikabarkan, korban mengalami kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi setelah menonton balap liar pada Minggu (9/3/2025) malam.</p>



<p>Dijelaskan salah seorang kerabat yang tak ingin disebutkan namanya ini, korban sempat mengaku ditendang sebanyak dua kali oleh oknum.</p>



<p>&#8220;Jadi awalnya dia ini nonton balap liar sama teman-temannya, di dekat PT Sintong. Kemudian, ada polisi dua sepeda motor ngejar bubarkan balap itu. Karena kewalahan, mereka satu sepeda motor tarik lima,&#8221; ungkap keluarga korban, Selasa (11/3/2025).</p>



<p>Selanjutnya, terjadi aksi pengejaran oleh polisi terhadap sepeda motor yang ditumpangi oleh korban.</p>



<p>&#8220;Setelah dikejar, satu orang lompat kemudian lari. Lepas dari kejaran polisi. Saat korban yang lompat, terjatuh dan pengakuan korban saat itu langsung ditendang sebanyak dua kali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Setelah diamankan, korban sempat dibawa ke Polsek Simpang Empat dan dijemput dan dibawa berobat.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, diagnosa dari dokter itu ada yang bocor bagian dalamnya. Kalau tidak salah lambungnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Katanya, terdapat beberapa luka lain di bagian kepala dan wajah korban. Kini, keluarga korban masih berdiskusi terkait rencana melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Asahan.</p>



<p>&#8220;Korban ini anak yatim piatu. Saat ini sudah dalam proses pemakaman, laporan ini kami masih pertimbangkan apakah akan membuat laporan karena masalah biaya juga,&#8221; katanya.(Do)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/tiga-tersangka-nyaris-diamuk-massa-saat-pra-rekonstruksi-dugaan-penganiayaan-siswa-di-asahan/">Tiga Tersangka Nyaris Diamuk Massa Saat Pra Rekonstruksi Dugaan Penganiayaan Siswa di Asahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tobapos.co/tiga-tersangka-nyaris-diamuk-massa-saat-pra-rekonstruksi-dugaan-penganiayaan-siswa-di-asahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heboh Penculikan Siswi Kelas 1 SD Dari Sekolahnya di Asahan</title>
		<link>https://tobapos.co/heboh-penculikan-siswi-kelas-1-sd-dari-sekolahnya-di-asahan/</link>
					<comments>https://tobapos.co/heboh-penculikan-siswi-kelas-1-sd-dari-sekolahnya-di-asahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Tobapos]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 17:48:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#anak]]></category>
		<category><![CDATA[#asahan]]></category>
		<category><![CDATA[#penculikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tobapos.co/?p=49778</guid>

					<description><![CDATA[<p>tobapos.co &#8211; Siswi SD, kelas 1, berinisial OK (7) diculik dari sekolahnya (SD) Taman Siswa di Kelurahan Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Rabu (19/2/2025) pagi. Diketahui OK diculik saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung dan dibawa paksa oleh empat orang pelaku yang tidak dikenali. Abang korban sekaligus saksi mata penculikan tersebut, RM (11) mengaku melihat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/heboh-penculikan-siswi-kelas-1-sd-dari-sekolahnya-di-asahan/">Heboh Penculikan Siswi Kelas 1 SD Dari Sekolahnya di Asahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>tobapos.co &#8211; Siswi SD, kelas 1, berinisial OK (7) diculik dari sekolahnya (SD) Taman Siswa di Kelurahan Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Rabu (19/2/2025) pagi.</p>



<p>Diketahui OK diculik saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung dan dibawa paksa oleh empat orang pelaku yang tidak dikenali.</p>



<p>Abang korban sekaligus saksi mata penculikan tersebut, RM (11) mengaku melihat adiknya diseret oleh tiga orang untuk masuk ke dalam sebuah mobil.</p>



<p>Lanjut Abang korban, siswa kelas lima sekolah dasar itu, korban sempat melakukan perlawanan dan berteriak saat hendak dibawa oleh para pelaku.</p>



<p>&#8220;Awalnya adik saya bilang, mas ada yang manggil adek. Saya sempat bilang jangan disitu untuk dijumpai. Setelah saya masuk ke kelas, gak taunya adik saya dibawa lari,&#8221; ujar RM.</p>



<p>Lanjutnya, korban sempat diseret-seret dan dipaksa masuk kedalam mobil dan langsung dibawa pergi oleh para pelaku.</p>



<p>&#8220;Gara-gara dia teriak itu, semua guru keluar. Baru mobil itu kabur, dan dikejar oleh warga,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara, ayah korban, Khairul Amri (41) mengaku mengetahui anaknya diculik setelah dihubungi oleh adiknya.</p>



<p>&#8220;Saya bekerja, saya ditelfon oleh adik saya. Katanya anak saya diculik. Saya izin ke bos, dan Alhamdulillah bos bantu mengejar,&#8221; ujar Amri.</p>



<p>Namun sayang, sesampainya Amri di lokasi, dirinya tidak mendapatkan jejak dari sang penculik dan mengaku tidak mengetahui secara pasti mobil para pelaku.</p>



<p>&#8220;Katanya warga sempat mengejar, tapi tidak dapat. Mobil itu hilang, dan kemudian saya tanya mobilnya, mereka juga tidak tahu,&#8221; katanya.</p>



<p>Katanya, korban dibawa saat masih dalam proses belajar dan masih dalam lingkungan sekolah. Ia berharap, anaknya dapat ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat.</p>



<p>&#8220;Saya bingung, dan saya akan membuat laporan ke Polres Asahan atas kasus penculikan terhadap anak saya ini,&#8221; pungkasnya.(Do)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co/heboh-penculikan-siswi-kelas-1-sd-dari-sekolahnya-di-asahan/">Heboh Penculikan Siswi Kelas 1 SD Dari Sekolahnya di Asahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://tobapos.co">Tobapos</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tobapos.co/heboh-penculikan-siswi-kelas-1-sd-dari-sekolahnya-di-asahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
