Saat Pemotongan, Pembeli Hewan Kurban Sebaiknya Tidak Datang

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Idul Adha 2020 berbeda dari Lebaran Haji tahun-tahun sebelumnya. Karena memang di tahun ini seluruh dunia khususnya Indonesia tengah diserang penyakit yang mematikan yakni virus corona.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau kepada masyarajat agar pemotongan hewan kurban bukan saja mengikuti syariat Islam, tapi juga harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Ada beberapa pesan Gubernur Anies terkait pemotongan hewan kurban di tengah pandemi corona. Pertama pemotongan hewan hanya dihadiri oleh panitia kurban yang jumlahnya dibatasi. Hal itu lakukan untuk mengindari adanya kerumunan apalagi kepadatan orang.

“Sebisa mungkin jangan sampai ada kerumunan apalagi padat, apalagi tidak jaga jarak. Jadi harus jaga jarak, harus kurangi jumlah orang yang berada di lokasi,” kata Anies di Jakarta, Senin (27/07/2020).

Baca Juga :   Kadis Pendidikan Kota Medan Dinilai Kangkangi Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara

Kedua, masyarakat yang membeli hewan kurban pada Lebaran Idul Adha 1441 Hijriah ini supaya tidak menghadiri langsung ke lokasi prosesi pemotongan.

“Kita percayakan kepada panitia untuk melakukan pemotongan hewan kurban sampai pendistribusian hewan kurbannya atau daging kurbannya. Insya Allah mereka bisa amanah,” pesan Anies.

Kemudian, juga masyarakat untuk tidak hadir saat pemotongan yang memiliki resiko tinggi penularan antara lain anak-anak di bawah usia 9 tahun dan orang tua atau lansia yang mempunyai penyakit bawaan.

“Mari saling mengingatkan sehingga tidak meluas dan wabah dan tidak membuat orang-orang berisiko terpapar,” papar dia.

Terakhir, secara khusus Anies meminta kepada para panitia penyelenggara Idul Adha agar daging kurban dapat disalurkan secara langsung kepada orang-orang yang berhak menerima daging kurban atau mustahik.

Baca Juga :   Di Tengah Pandemi, DKI Terus Perbaiki Kinerja Lewat SAKIP

“Kami juga mengajak kepada umat Islam di Jakarta khususnya untuk memanfaatkan teknologi digital di dalam kegiatan jual beli hewan kurban,” tutupnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *