Rusuh Massa Trump, Kali Pertama Capitol Diserang Sejak 1814

Internasional

tobapos.co–Selama lebih dari 220 tahun Capitol Hill berdiri, gedung tersebut telah menyaksikan sederet kekerasan sejak dibobol pertama kali saat serangan Inggris pada 1814.

Yang terbaru, Capitol Hill diserbu pada Rabu (6/1) oleh massa pendukung Presiden Donald Trump yang menolak hasil Pemilihan Presiden 2020. Massa memaksa masuk dan berusaha menggagalkan sidang pengesahan hasil pilpres.

Sebelumnya, berbagai peristiwa telah terjadi di gedung Capitol termasuk beberapa kali insiden bom dan penembakan

Dilansir New York Post, pada 24 Agustus 1814, Inggris menginvasi Washington DC dan membakar Capitol Hill setelah menang atas pasukan Amerika di Bladensburg, Maryland.

Di bawah komando Wakil Laksamana Sir Alexander Cockburn dan Mayor Jenderal Robert Ross, pasukan Inggris membakar ruang-ruang penting di dalam gedung yang kala itu masih dalam pembangunan.

Awalnya, pasukan Inggris menjarah bangunan itu terlebih dahulu, kemudian membakar sayap selatan dan utara sekaligus membakar Perpustakaan Kongres.

Bangunan bersejarah itu pun rusak parah, tapi kemudian diselamatkan dari kehancuran total berkat hujan badai yang datang tiba-tiba.

Dilansir ABC News, Kamis (7/1), pada Januari 1835, seorang pelukis pengangguran bernama Richard Lawerence berusaha menembak Presiden Andrew Jackson di luar gedung Capitol, namun gagal setelah peluru tidak keluar.

Pada 1856, seorang Republikan bernama Preston Brooks menyerang Senator pembudidaya Charles Sumner menggunakan tongkatnya di lantai Senat setelah Sumner memberikan pidato yang mengkritik perbudakan.

Serangan berlanjut pada 1915, saat itu seorang pria Jerman menanam tiga batang dinamit di ruang resepsi Senat. Benda itu kemudian berbunyi sesaat sebelum tengah malam ketika sedang tidak ada orang. Pelaku bunuh diri sebelum bisa ditangkap.

Serangan paling terkenal terjadi pada 1954. Kala itu, empat nasionalis Puerto Rico yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita bersenjatakan pistol masuk diam-diam ke House Chamber. Mereka datang dari New York City untuk memprotes kemerdekaan Puerto Rico.

Saat berhasil memasuki gedung, mereka duduk di galeri lantai DPR dan melepaskan sekitar 30 tembakan. Lima anggota kongres dilaporkan terluka, satu di antaranya mengalami luka serius.

“Saya tidak datang untuk membunuh siapa pun, saya datang untuk mati demi Puerto Rico!” seru sang pemimpin, Lolita Lebron, saat dia dan yang lainnya ditangkap.
(sumbercnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *