PT Dhirga Surya Janji Maksimalkan Pendapatan Petani, Manajemen Butuh Penyertaan Modal Rp 10 Miliar

Sekitar Kita

tobapos.co – Direktur Utama (Dirut)   PT Dhirga Surya Isfan F Fahcrudin berupaya memaksimalkan penyediaan bahan makan pokok, salah satunya kebutuhan bahan beras ditengah-tengah masyarakat Sumatera Utara. 

Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Pemprov Sumut ini akan memberikan pelayanan penyedia beras yang berkualitas bagi masyarakat. Selain itu juga akan berjuang meningkatkan pendapatan para petani, ujar Isfan kepada wartawan saat ditemui di Gudang Beras di Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai Sumatera Utara,  Selasa (24/1/2023).

Oleh karena itu, lanjut Isfan didampingi Manejer Produksi Unit Beras Ahmad Parlindungan Batubara dan Direktur Operasional (Dirop) Budi Hartoyo berharap dukungan Pemerintah Provsu.

“Upaya untuk memenuhi target, PT Dirga Surya sangat membutuhkan bantuan penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar pada tahun anggaran 2023 ini”, ungkapnya. 

Baca Juga :   Tetap Mempedomani Protokol Kesehatan, Warga Glugur Darat II Medan Adakan Perlombaan Di HUT RI Ke-75

Menurutnya sampai saat ini, kendala Manajemen PT Dhirga Surya belum dapat menyediakan  beras untuk kebutuhan masyarakat secara merata. Karena  Industri Penggilingan Padi dan Penyosohan yang mereka usahai sekarang ini belum dapat berproduksi maksimal. PT.Dhirga Surya membutuhkan  alat pemanen padi dan armada untuk mengangkut padi atau gabah langsung dari lahan sawah milik petani, katanya. 

Isfan menjelaskan, pihaknya harus mampu menargetkan produksi beras sebanyak 300 ton per bulan. ‘’Namun target itu belum tercapai, karena kami masih kesulitan dalam memasok gabah sebagai bahan baku,’’ katanya. 

Dikatakan Isfan, minimnya pasokan bahan baku, bukan dikarenakan sulitnya mencari gabah dari petani. Tapi, karena fluktuasi (perubahan ) harga yang sangat tidak menentu. Hal itu disebabkan biaya panen yang dikeluarkan para petani juga masih tidak menentu. 

Baca Juga :   Kakanwil BPN Sumut Agendakan Pembahasan Kasus Tembok Ilegal STTC Belawan

Lebih lanjut kata Isfan, umumnya petani di Kabupaten Sergai dan Deliserdang, saat memanen padi selalu menyewa alat pemanen (traktor, mesin perontok padi) dari pihak lain.

“Sewa alatnya mahal, akibatnya petani, menjual hasil panen mereka kepada pemilik alat pemanen. ‘Akhirnya, kita sulit membeli dari petani. Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi,’’ jelasnya.

Karena itu, menurut Isfan, PT.Dhirga Surya membutuhkan alat-alat panen dan armada yang dapat mengangkut langsung hasil panen petani. Dengan begitu pihak kilang padi bisa membantu petani memanen, dan langsung membeli padi dari lahan petani. ‘’Kalau sekarang kita tidak bisa membeli langsung. Harus melalui perantara, dan harganya tidak stabil,’’ sebutnya. 

Baca Juga :   Biar PJ Gubernur Bekerja Baik, Anies Harus Stop Ganti Pejabat di Pemprov DKI 

Tentang bahan baku padi, menurut Isfan, sebenarnya tersedia dengan sangat cukup. Untuk memenuhi target produksi 300 ton per bulan, cukup dari petani sekitar Sergai dan Deliserdang saja. ‘’Persoalan mendasarnya hanya pada harga gabah dari petani yang sangat fluktuasi,’’ sambungnya. 

Untuk menyediakan peralatan panen dan transportasi, disebutkan Isfan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Pihaknya sangat berharap, dalam tahun ini, pihaknya mendapatkan lagi dana dalam bentuk penyertaan modal dari Pemprovsu. ‘’Kalau tentang prospek, usaha ini sangat menjanjikan. Karena berfungsi juga sebagai system resi gudang, yang dapat menstabilkan harga, baik di tingkat petani maupun untuk konsumen,’’ tambahnya.(MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *