Operasi Antik Toba 2021 & Info Masih Masifnya Peredaran Sabu-sabu Di Sarang Narkoba, Begini Tanggapan Pengamat Hukum Dr Redyanto

Headline Kriminal

tobapos.co – Kepolisian di Sumatera Utara baru-baru ini di beberapa tingkat Polres maupun Polsek menginformasikan selesai melakukan kegiatan Operasi Antik (Anti Narkoba) Toba 2021. Diketahui dari Polrestabes Medan dan jajaran, operasi itu dimulai 27 Januari hingga berakhir 14 Februari. Pemberantasan narkoba juga termasuk dalam agenda prioritas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Akan hal itu, diperolah informasi, sejumlah daerah yang sempat dijuluki ‘Kampung Narkoba’ di Kota Medan hingga Kabupaten Deli Serdang, ironinya seperti belum terjamah petugas. Sehingga, diduga kuat tetap dijadikan ajang transaksi hingga lokalisasi penyalahgunaan narkoba, paling banyak jenis sabu-sabu.

Seperti di kawasan Jalan Masjid Taufik, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur; Jalan Selambo/Garapan, Percut Seituan; Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru; ‘Blimbingan’ Pancur Batu; hingga di Gang Pantai, Desa Lalang, Sunggal.

Baca Juga :   Dirkrimum Polda Sumut Teruskan Info Lokasi Judi Dadu Besar-besaran Di Regaji Merek Ke Kapolres AKBP Yustinus

Padahal, seperti diketahui, yang dijadikan sasaran dalam Operasi Anti Narkoba (Antik) Toba yakni para pengecer, jaringan, sindikat, bandar, peracik narkoba maupun petani tanaman ganja, terutama di tempat-tempat yang dijadikan markas penggunaan narkoba.

Informasi akan lokasi-lokasi diduga sarang narkoba yang masih aktif itu berhubung dengan kegiatan Operasi Antik Toba 2021, Pengamat Hukum Dr Redyanto Sidi SH, MH (foto) yang dimintai tanggapannya, Minggu (14/2/2021), mengatakan, “Kalau memang faktanya seperti itu, ini dapat kita duga berarti memang tidak mampu melawan apalagi ‘menjadi pemenang’ dalam pemberantasan Narkoba ini,” kata pria akrab disapa Redy itu.

Sambungnya, “Ini masih dalam wilayah, bagaimana lagi menghadapi narkoba yang masuk dari luar. Aparat tidak perlu ragu dan segan dengan para pelaku Narkoba ini, tindak tegas saja, berantas tuntas.”

Baca Juga :   Pertemuan Gubsu Edy dengan AHY Disorot, Diakuinya: Saya Jamu AHY Karena Mantan Kostrad

Masih menurut Redy, “Yang perlu diwaspadai adalah adanya oknum yang ‘berteman’ dengan para pelaku narkoba, ini yang harus menjadi prioritas Kapoldasu. Pemberantasan Narkotika tidak ada tuntas apabila ada oknum yang bermain. Sesuai dengan jargon Kapolri, apabila ada oknum yang demikian, bukan hanya disanksi, tapi juga diberhentikan dengan dengan tidak hormat dan diadili di meja hijau,” tutupnya.

Untuk diketahui lagi, pemberantasan narkoba memang membutuhkan peran serta masyarakat dan bukan hanya aparat kepolisian saja yang memiliki tupoksi, ada pula Badan narkotika Nasional dan aparatur lainnya, sebab narkoba merupakan musuh bersama. (Zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *