Meski Tidak Ditahan, Polda Sumut Kirim Berkas Tersangka Mantan Bupati Labusel Tahap I ke Jaksa

Headline Korupsi

tobapos.co – Penyidik Subdit III/Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) H. Wildan Aswan Tanjung, SH, MM, Kamis (29/4/2021).

Pemeriksaan dilakukan mengingat status Wildan Aswan Tanjung yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas perkara dugaan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan TA 2013, 2014 dan 2015.

“Ya, Penyidik Subdit III/ Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung mantan Bupati Labusel,” kata Direktur Krimsus Poldasu Kombes Pol John Nababan melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga :   Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak Pimpin Apel Operasi Keselamatan Toba 2021

Hadi menjelaskan, kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1.900.000.000.

Menurutnya, penghitungan kerugian negara itu diperoleh berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Sumut.

“Usai proses pemeriksaan terhadap Wildan Aswan Tanjung selesai dilakukan, penyidik melengkapi dan mengirimkan berkas perkara tahap I ke Kejati Sumut,” jelasnya.

Kendati demikian, Hadi mengungkapkan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung setelah menjalani pemeriksaan tidak dilakukan penahanan. Penyidik menilai tersangka sangat kooperatif. Namun begitu, seluruh barang bukti telah dilakukan penyitaan.

“Dalam kasus korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung dikenakan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” pungkasnya. (Sofar Pandjaitan)

Baca Juga :   Terkait Laporan Luhut Pandjaitan, Haris Azhar Penuhi Panggilan Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *