Masyarakat Berharap Penuh Kepada Walikota Terpilih Bobby Nasution, Akademisi : Jangan Biarkan Judi Marak di Kota Medan

Kriminal

tobapos.co – Harapan besar masyarakat Kota Medan dipimpin menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution sebagai Walikota bersama Wakilnya Aulia Rahman yang tinggal menunggu waktu setelah perhelatan pesta demokrasi kemarin, semakin tak terbendung.

Sebab, banyak persoalan yang digantungkan masyarakat Kota Medan kepada kedua pilihan rakyat itu (Bobby, Aulia) untuk perubahan kehidupan lebih baik. Dari masalah korupsi, mengatasi banjir hingga pengentasan kemiskinan sebagai dampak negatif lainnya yang disebabkan maraknya perjudian, itu semua menjadi permintaan warga.

Akan kondisi saat ini, di Kota Medan sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Utara, perjudian yang dirasa seperti jamur di musim hujan, mendapatkan tanggapan dari seorang Akademisi, Ahmad Isharli Nasution SH, MH. Kepada tim tobapos.co ketika dimintai tanggapannya, Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Medan itu mengatakan, “Salah satu program kerja dari Walikota terpilih Kota Medan selain menangani banjir dan mensejahterakan masyarakat melalui UMKM, juga agar mampu memberantas segala bentuk perjudian di wilayah pemerintahan-nya.” jelasnya.

Baca Juga :   Poldasu Agar Cek Pencucian Mobil J#AK di Jalan Bunga Mawar/Pasar V Padang Bulan, Disebut Dijadikan Markas Judi Dadu Dikelola Stanggang Cs?

Sambung Isharli sosok yang gemar berorganisasi juga berjiwa sosial yang tinggi itu lagi, “Karena perjudian di Kota Medan sudah marak di tengah kehidupan masyarakat, sehingga merupakan bentuk keseriusan Walikota Medan terpilih Bobby Nasution bersama Wakilnya untuk memberantas perjudian di Kota Medan dan sekitarnya, nantinya akan sangat diharapkan warganya, “

“Akibat dari maraknya judi di Kota Medan dan sekitarnya, dapat menimbulkan banyak dampak negatif terutama moral anak anak, kehancuran rumah tangga, kemiskinan dan tentunya perjudian merupakan perbuatan melawan hukum.” tegas Isharli lagi.

Di akhir wawancara, lebih dalam Ahmad Isharli Nasution SH, MH mengatakan, “Adanya perjudian dapat mengganggu Kamtibmas. Program kerja yang dibuat untuk dilaksanakan, perjudian bahkan sudah diatur dalam KUHPidana berdasarkan Pasal 303 dan dalam turunannya di Peraturan Pemerintah. Pengelola sampai pemain bisa dijerat hukuman pidana.”

Baca Juga :   Bupati Asahan Ikuti Zoom Meeting Vaksinasi Covid 19 bersama Kapolri

“Untuk itu, seluruh Warga Negara Indonesia terkhusus masyarakat Kota Medan tunduk dan taat aturan hukum sesuai dengan peraturan UU yang berlaku di NKRI harus ditegakkan. Masyarakat bisa pula bekerjasama dengan Polri apabila mengetahui adanya perjudian dilakukan. Jangan biarkan judi marak di Kota Medan, sebab itu menjadi tanggungjawab kita bersama. terkhusus Kepolisian RI, Polrestabes Medan dan Forkopimda Kota Medan, selamatkan masyarakat Kota Medan dari buruknya dampak perjudian.” tutup Isharli. Jumat (22/1/2021).

Sebelumnya diberitakan, diantara beberapa tempat yang dijadikan lokasi perjudian mengundang keramaian di saat pandemi covid-19 belum berakhir kini, selain meresahkan masyarakat juga perjudian perbuatan melawan hukum, di Kota Medan beroperasi seperti di Jalan Padang Bulan Pasar V, Pasar Induk Laucih, Simpang Selayang hingga di kawasan Selambo. Perjudian – perjudian itu disebut dikelola Stanggang dengan pria dipanggil Ajen, kedua lokasi itu berada di wilayah hukum Polrestabes Medan, Polda Sumut meski masih ada beberapa lokasi lainnya. (TIM)

Baca Juga :   Perampok Kerap Beraksi Di Jalan Sisingamangaraja Medan Ditembak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *