Kompolnas : Calon Kapolri Harus Memiliki Visi dan Memberikan Pelayanan Prima Terhadap Publik.

Sekitar Kita

Jakarta – Calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kedepan dibutuhkan sosok yang mampu membangun pelayanan prima kepada publik. Hal ini dikemukakan aggota Komisi Kepolisian Nasional Kompolnas, Yusuf Warsim di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Dia menilai setiap Kapolri memiliki tantangan dan massanya. Bila merujuk pada grand strategy Polri, di masa kepemimpinan Kapolri mendatang, tantangan Polri masuk tahap memberikan pelayanan prima terhadap publik. “Pada 2005-2009, tahapannya pada trust building. Tahun 2010-2016 masuk tahapan partnership building, yakni membina dan membangun kemitraan antar lembaga, seperti KPK, dan lainnya.

Sedangkan untuk tahun 2016-2025 nanti tahapannya masuk pada keunggulan pelayanannya. Sehingga, Kompolnas mendorong Polri memberikan pelayanan prima,” kata Yusuf dalam acara diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Siapa Calon Kapolri Pilihan Jokowi?’ di Media Center Gedung Nusantara DPR RI, Senayan.

Yusuf memaparkan, Kapolri mendatang dihadapkan pada tantangan industri 4.0. Ini sesuai dengan konsep kepolisian yang demokratis.

Jika diselaraskan, terdapat satu konsep strategis – adalah kepolisian yang demokratis. “Konsep Polri demokratis itu, yakni pelayanan publik (sesuai grand strategy), melakukan tugas sesuai kehendak hukum, transparansi dan akuntabilitas, dan perlindungan terhadap HAM termasuk perlindungan ekonomi sosial dan budaya,” ungkap Yusuf.

Yusuf berharap, siapapun calon Kapolri yang terpilih dan disetujui DPR RI nanti, tidak mengecewakan dan sesuai harapan, yakni Polri yang dapat berperan dan bersinergi dengan masyarakat. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *