Kerap Beritakan Marak Peredaran Obat & Kosmetik Diduga Ilegal di Medan, tobapos.co “Diserang”

Headline Kriminal

tobapos.co – Akibat kerap memberitakan kondisi maraknya peredaran obat-obatan maupun kosmetik ilegal di Kota Medan, Sumatera Utara, media ini (tobapos.co) “diserang” secara licik oleh oknum pejabat dari salah satu institusi.

Modus yang dilakukan si oknum tersebut cukup membuat geleng kepala, dia menekan beberapa pengusaha agar tidak respon lagi dengan tobapos.co, terutama dalam kerjasama iklan.

Ditelusuri dalam, yang nyata sudah dua pengusaha merasa takut dengan oknum pejabat yang tinggal menunggu pensiun itu. Salah satunya pernah membeberkan, “Jangan lah ganggu itu (obat dan kosmetik ilegal) lagi, saya dibilangin sama dia, kan gak enak nantinya dengan hubungan kerjasama iklan kita, udalah hentikan aja,” kata si pengusaha diingat tim media ini.

Baca Juga :   Kaldera Toba Dapat Kartu Kuning dari UNESCO, Dirut BPODT:  Tugas Dan Fungsi Adalah Koordinasi Serta Kajian

Sebelumnya Diberitakan

Marak peredaran obat tradisional juga kosmetik asal Cina yang beredar di Kota Medan. Namun dirasa tidak sejalan/sepi pengungkapan.

Padahal, sejak sekitar setahun lalu telah diinformasikan tim media ini. Dan sejatinya, pimpinan BBPOM di Medan, di Dit Narkoba dan Dit Reskrimsus Polda Sumut bisa saling berkoordinasi menindak sekitar 54 toko obat dan 16 toko kosmetik yang menjual produk asal cina diduga ilegal.

Para pengusaha toko penjual produk obat/kosmetik ilegal itu membentuk asosiasi, lalu memilih pria bernama Dian yang bertugas menyampaikan uang diduga suap ratusan juta rupiah kepada oknum-oknum aparat, agar usaha ilegal pemilik toko tidak diganggu dengan dilakukan penggrebekan, termasuk puluhan oknum pemimpin media diduga terima dari Dian.

Baca Juga :   Pemotor Dikeroyok Pengendara Mobil , Dikejar hingga ke Rumah usai Dilerai Warga

Jumlah uang yang disetorkan Dian nilainya disebut Rp169,5 juta, paling lambat setiap tanggal 10 tiap per bulannya diberikan. Padahal kegiatan peredaran obat dan kosmetik ilegal sangat besar merugikan pemasukan negara, dan yang pasti merugikan masyarakat pula. Selasa (29/6/2021).

Untuk konfirmasi sudah berulangkali dilakukan tim media ini kepada pihak -pihak yang berwenang, namun tetap marak produk obat cina dan kosmetik ilegal di Medan. (TIM/foto: ilustrasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *