tobapos.co – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti kurangnya layanan Puskesmas bagi masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.
Karena itu Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad mendesak Pemprov DKI serius dalam program penambahan Puskesmas di Jakarta Pusat.
“Wilayah Jakarta Pusat ini semua dekat dengan Balaikota. Tapi masih ada 13 Kelurahan yang belum memiliki puskesmas. Penambahannya juga saya nilai sangat lambat setiap tahunnya,” kata Idris dalam keterangannya, Minggu (07/11/2021).
Dia memahami jika salah satu hambatan utama pembangunan puskesmas di Jakarta Pusat adalah keterbatasan lahan tanah.
Oleh karena itu, ia mendorong Dinas Kesehatan DKI Jakarta dapat proaktif berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) untuk mengoptimalkan tanah milik Pemprov DKI Jakarta.
“Saya minta Dinkes juga lebih proaktif berjuang mencari aset mana yang bisa dipakai. Juga jangan sampai jika tanahnya sudah ada atau bisa dibeli tapi tidak kunjung dibangun,” paparnya.
Oleh sebab itu, Idris menambahkan, akibat tidak adanya Puskesmas kelurahan membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih. Ini untuk ongkos transportasi ke puskesmas kecamatan atau puskesmas kelurahan lain.
Tercatat, pada 2019, DKI Jakarta memiliki 289 puskesmas. Dari jumlah tersebut, hanya 107 yang terakreditasi. (TP 2)