Danlanal Nias Paparkan Kronolgis Dugaan Pembunuhan Eks Casis Bintara TNI AL Asal Nisel

Headline Kriminal

tobapos.co – Komandan Lanal Nias (Danlanal) Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, SE, M.Tr Hanla, M.M didampingi  Dandenpom Lanal Nias Mayor Laut (PM) Afrizal, Pasintel Mayor Mar Jamadarsati dan Danposal Lahewa Letda Laut (T) Jonni Wanto Harefa memaparkan kronologis terkait dugaan pembunuhan IST yang sempat mencalonkan diri sebagai Casis Bintara TNI AL.

Pemaparan kronolgis pembunuhan IST yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Nias bernisial Serda AAM bersama seorang warga sipil yaitu MAA  melalui konferensi Pers di ruang Bima Lanal Nias, Sabtu (30/3/2024).

Danlanal Nias menyampaikan,  bahwa pihaknya mengetahui informasi kejadian pembunuhan itu, bahwa pada 25 Maret 2024 kemeren diterima laporan awal dari masyarakat bernisial LT (48) warga Desa Lahusa Idanotae Kecamatan Idanotae Kabupaten Nisel di Posal Gunung Sitoli yang diterima oleh Letda Laut (T) Jonni Wanto Harefa, jelasnya.

Kata dia, laporan tersebut terkait hilangnya anggota keluarganya setelah bersama oknum anggota TNI AL bernisial Serda AAM, kemudian Letda Laut (T) Jonni mendampingi untuk membuat laporan secara resmi ke Mako Lanal Nias.

Baca Juga :   Villa Penggarap Bumper Sibolangit, Dipastikan Setelah SP 2 Tim Akan Bongkar Paksa

Baca juga..

Kemudian, 26 Maret 2024, LT didampingi oleh Letda Jonni untuk membuat laporan di Lanal Nias ke Dandenpom Lanal Nias yang diterima oleh Mayor Laut (PM) Afrizal melaporkan bahwa anaknya atas nama IST (22) telah hilang kontak sejak 22 Desember 2022 yang lalu, ucap Kolonel itu.

Selanjutnya, 16 Desember 2022 berangkat dari Lanal Nias menuju Padang, Sumatera Barat bersama Serda AAM yang bertugas di Lanal Nias.

Korban eks Casis Bintara TNI AL tersebut sebelumnya telah mengikuti tes di Lanal Nias pada 2022 dan dinyatakan tidak lulus, ucap orang nomor satu dijajaran Lanal Nias itu kepada awak media.

Namun, oleh oknum Serda AAM menjanjikan kepada pihak keluarga bisa membantu meloloskan si korban tanpa tes dengan imbalan uang sebesar Rp. 200 juta lebih dan uang tersebut diserahkan oleh keluarga IST kepada Serda AAM secara bertahap, ada secara Cash dan secara transfer.

Baca Juga :   Kakanwil Kemenkumham Sumut: Rutan Labuhan Deli Luar Biasa

Kata dia, oknum Serda AAM mengenal korban awal bulan Juli 2022 di Posal Gunung Sitoli melalui abang kandung korban dengan pembicaraan untuk meloloskan si korban menjadi anggota TNI AL.

Lalu pada 19 Juli 2022 mereka mengadakan pertemuan dengan pihak keluarga korban di Pasar Ya’ahowu lantai 2 Gunung sitoli untuk menyampaikan bahwa ada biaya Bimbel sebesar 2 juta rupiah dan orangtua korban memberikan uang tersebut.

Pada 27 Juli 2022, korban mendaftar sebagai calon siswa Bintara TNI AL dan penyerahan uang yang telah disepakati dilakukan secara bertahap oleh orangtua korban kepada pelaku Serda AAM

Terkait laporan pihak keluarga korban tersebut, Danlanal Nias bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan Dandenpomal agar melakukan pemeriksaan dan penahanan terhdadap terduga pelaku Serda AAM. Kemudian pada 28 Maret 2024

mendapatkan pengakuan bahwa Serda AAM bersama seorang warga sipil yaitu MAA telah menghilangkan nyawa IST pada tanggal 24 Desember 2022 sore

dengan cara ditusuk di bagian perut menggunakan pisau dan mayatnya dibuang di jurang daerah Talawi Sawahlunto Sumatera Barat, tukas Danlanal.

Baca Juga :   Pedagang Masuk Istana, Jokowi Berikan Bantuan Modal Rp 2,4 Juta

Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Komando atas dalam hal ini Lantamal II Padang dan Koarmada I, untuk proses hukum selanjutnya

dilimpahkan ke Lantamal II Padang sesuai dengan TKP dugaan tindak pidana tersebut.

TNI AL menindaklanjuti pengaduan tersebut melalui proses hukum sesuai

ketentuan dan akan memberi sanksi setimpal dengan perbuatan yang mencoreng nama baik TNI, tandasnya.

Ia mengungkapkan, Penyidik TNI AL juga bersinergi dengan Polri dalam hal ini Polres Sawahlunto dan Polres Solok.

Pihak TNI AL juga berkomunikasi dengan pihak keluarga sebagai pelapor mengenai perkembangan penyidikan.

Pihak keluarga berharap agar jenazah dapat ditemukan dan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk mendapat penghormatan yang layak dengan dimakamkan di tanah kelahiran.

Bahwasannya dalam kasus ini pelaku AAM melakukan perbuatannya atas kekuasaannya sendiri dan tidak diketahui sama sekali oleh Komandan dan Mako Lanal Nias, tukasnya.

Dalam kesempatan ini juga, Komandan Lanal Nias menyampaikan dengan tegas bahwasannya dalam rekrutmen prajurit TNI AL tidak dipungut biaya apapun,  dalam melakukan rekrutmen agar segera dilaporkan ke Mako Lanal Nias, tegasnya.(RisGow).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *