Cabut Spanduk HUT PDI Perjuangan, Satpol PP DKI Arogan Tertibkan PKL

Headline Peristiwa

tobapos.co – Para pedagang Jalan Kalibesar Barat, Roa Malaka, Jakarta Barat menyesalkan tindakan represif dan semena-mena yang kembali dilakukan aparat Satpol PP DKI Jakarta terhadap pedagang kaki lima (PKL). Kali ini dilakukan terhadap pedagang yang tergabung Persatuan Pedagang Jakarta Raya (PPJR).

“Kejadiannya terjadi Sabtu (14/01/2023) dini hari pukul 00.05 WIB. Sepasukan petugas Satpol PP DKI Jakarta yang dikomandani langsung Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin memasuki area Jalan Kalibesar Barat, Roa Malaka. Dan langsung merazia gerobak PKL dan diangkut dengan truk,” kata Sekretaris PPJR Jakarta Barat, Ronie M di Jakarta, Sabtu (14/01/2023).

Dikatakan Ronie, terjadi pula intimidasi dengan menyita beberapa KTP para pedagang. Hal ini dilakukan tanpa pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu.

Baca Juga :   Program Rumah Ibadah Mandiri, Bobby Nasution: Sejahterakan Masyarakat Sekitarnya

“Selain itu juga mencopot Bendera PDI Perjuangan dan atribut spanduk yang bertuliskan ucapat HUT PDI Perjuangan yang terpasang di sepanjang Jalan Kalibesar Barat. Yang nyatanya memang masih suasana HUT dan tidak alasan untuk dicopot,” paparnya. 

Hal ini, ujar Ronie, jelas tidak menghargai PDI Perjuangan sebagai salah satu parpol besar di Republik ini. 

“Entah apa alasannya harusnya ini tidak terjadi. Para pedagang PPJR mayoritas ber-KTA PDI Perjuangan adalah pedagang yang memang dalam binaan UMKM Partai, tidak sepantasnya diperlakukan semena-mena, tidak manusiawi, gerobak dagangan mereka diangkut & identitas/KTP mereka disita,” tandas Ronie.

Yang lebih parah lagi, ujarnya, petugas Satpol PP DKI Jakarta mencabuti atribut bendera partai yang harusnya tidak mereka lakukan.

Baca Juga :   Dalam Waktu Dekat, Ariza Berharap Wartawan Jakarta Sudah Divaksin

“Untuk itu kami berharap para petinggi partai dapat merasakan apa kepedihan yang terjadi pada para pedagang. Dan dapat mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang melakukan pencabutan atribut partai,” ungkapnya 

Masih kata Ronie, pedagang adalah para wong cilik atau  rakyat yang hanya ingin diperlakukan dengan baik oleh pemimpinnya dan diberikan hak-haknya sebagai warga negara. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *