Bupati Asahan Safari Ramadhan ke Mushollah Al-Muhajirin

Pemerintahan

tobapos.co – Mushollah Al-Muhajirin yang terletak di Desa Perkebunan Hessa Kecamatan Simpang Empat, menutup Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Asahan yang dikunjungi oleh Bupati Asahan H. Surya, BSc, Rabu (27/03/2024) . Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, OPD dan Camat Simpang Empat.

Dikesempatan ini Kepala Desa Perkebunan Hessa Bambang Irwani mengucapkan terima kasih kepada Bupati Asahan beserta rombongan yang telah hadir di Mushollah Al-Muhajirin Desa Perkebunan Hessa Kecamatan Simpang Empat. “Kehadiran Bupati Asahan menjadi suatu kebanggaan dan motivasi bagi kami untuk menjadi lebih baik kedepannya, serta siap membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mensukseskan visi dan misinya “Mewujudkan Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter”, ujarnya.

Baca Juga :   1 Orang Warga Asahan Positif Covid-19

Sebelum memberikan bimbingan dan arahannya Bupati Asahan menyerahkan bingkisan kepada BKM Al-Muhajirin berupa uang 2 juta dan vacuum cleaner dilanjutkan dengan penyantunan anak yatim 25 orang yang diserahkan secara simbolis.

Pada bimbingan dan arahannya Bupati Asahan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Perkebunan Hessa yang telah siap membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mewujudkan visi dan misinya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Asahan secara rutin melakukan kunjungan Safari Ramadhan ke setiap Desa Kelurahan yang ada di Kabupaten Asahan.

“Keberadaan rombongan Safari Ramadhan Pemkab Asahan di tengah Bapak/Kbu sekalian merupakan upaya untuk memupuk jalinan silaturahmi, antara Pemerintah (Umaro) dengan Ulama dan Umat (Masyarakat). Kegiatan ini merupakan langkah untuk membangun ukhuwah Islamiyah, sehingga diharapkan dapat terbangun hubungan yang harmonis antara umaro, ulama dan umat”, ungkap Bupati.

Baca Juga :   14 Orang Kembali Positif Corona di Kabupaten Asahan

Selanjutnya Bupati mengatakan, dengan puasa kita bisa merasakan bagaimana perasaan saudara kita yang mengalami kelaparan dan kehausan. “Kita bisa merasakan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tidak seberuntung diri kita, maka setelah puasa kelak diharapkan kita menjelma menjadi insan, yang mampu mengendalikan diri, menjadi orang yang sehat jasmani dan rohani sabar, mempunyai kemauan yang kuat untuk maju, selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, serta kita bisa mempunyai nilai kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama manusia”, tandasnya.(Ridho )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *