Tangani Pengungsi Banjir, Firdaus Ali Sarankan Pemprov DKI Siapkan Hotel

Pemerintahan

tobapos.co – Normalisasi 13 sungai di Jakarta menjadi satu-satunya solusi paling jitu untuk menanggulangi masalah banjir yang kerap merugikan warga ibukota tiap tahunnya. 

Hanya saja saran normalisasi sungai milik pemerintah pusat itu harus dikerjakan pada triwulan pertama tahun 2021 mendatang. Karena sekarang ini sudah masuk musim hujan. 

Ahli hidrologi Universitas Indonesia (UI) Firdaus Ali menyarankan yang paling penting saat ini bagaimana Pemprov DKI menyiapkan tempat pengungsian yang aman bagi korban banjir di tengah pandemi. 

“Sekarang kita sudah masuk musim penghujan, untuk rekomendasi penanggulangan banjir nanti dulu. Yang paling penting saat ini bagaimana kita bisa membuat para korban banjir nantinya dapat tempat yang aman dan nyaman saat kondisi penyebaran virus corona ini,” ujar Firdaus di Jakarta, Kamis (22/10/2020). 

Saran Firdaus lagi, Pemprov DKI harus menyiapkan hotel sebagai tempat pengungsian korban banjir di ibukota. Lantas ia berdalih tempat pengungsian yang sebelumnya belum dirasa aman dari serangan Covid-19. 

“Saya sarankan Pemprov menempatkan mereka di hotel karena saat ini kita tidak bisa membuat penampungan seperti sebelumnya. Protokol kesehatan harus diutamakan,” terangnya.

Sementara itu Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna menilai saat ini mitigasi banjir yang dilaksanakan Pemprov DKI belum optimal. Dengan demikian, ia menyarankan agar Dinas Sumber Daya Air (SDA) menempatkan pompa mobile di kawasan prioritas rawan banjir. 

Ini penting dilakukan mengingat upaya mitigasi dengan proyek pengerjaan fisik tidak mungkin dilakukan lagi di saat Jakarta masuk dalam musim penghujan seperti saat ini.

“Siapkan apa saja peralatan untuk mengejar performa tersebut. Target kita dalam waktu dekat, kita fokus dulu pada penanganan saat banjir. Kapasitas pompa harus ditambah, petugas lapangan ditambah. Kongkritnya petakan dulu wilayah langganan banjir yang surutnya paling lama, kita push di wilayah itu,” ungkapnya.

Seperti diketahui Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD menggelar rapat dan mengundang 3 para ahli terkait penanganan banjir di Jakarta. 

Kehadiran mereka itu untuk mencari tahu bagaimana solusi mengendalikan banjir di ibukota yang kerap menghantui warga Jakarta tiap tahunnya. 

Ketiga ahli itu yakni Firdaus Ali sebagai pakar di bidang bioteknologi lingkungan dari UI, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga; dan Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.

Berdasarkan hasil diskusi kemarin, ketiganya kurang lebih memiliki pendapat yang sama yakni Pemprov DKI belum memiliki keinginan politik. Baik secara program maupun anggaran untuk menuntaskan masalah banjir. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *