Sutanto Lim Alias Aseng Dipolisikan Karyawan

Headline Kriminal

tobapos.co – Sutanto Lim Alias Aseng yang diketahui sebagai Pimpinan Perusahaan di PT BPS dilaporkan oleh para pekerjanya Suhaimi dkk ke Polrestabes Medan. Pasalnya, diduga memotong iuran setiap bulan dari upah buruh, namun tidak disetorkan oleh pihak perusahaan itu ke BPJS Ketenagakerjaan.

Kuasa Hukum Suhaimi para korban, Gindo Nadapdap SH MH dan Natal Sidabutar SH dari Kantor Hukum Sentra Keadilan mengatakan, pelaporan ini merujuk dari pasal 19 UU BPJS No 24 tahun 2011 dengan ancaman pidana 8 tahun pidana penjara, juga melanggar pasal 372 KUHPidana.

“Ini yang kemudian menjadi catatan kami. Kami menilai perusahaan itu diduga keras telah melanggar pasal ini,” kata Gindo Nadapdap sembari menunjukan laporan polisi STTLP/1900/K/VIII/YAN : 2.5/2020/SPKT RESTABES MEDAN tertanggal 03 Agustus 2020 (foto).

Gindo mengatakan pemotongan dilakukan oleh perusahaan setiap bulan sebesar Rp.59.646, dari upah setiap buruh. Perusahaan memiliki kewajiban menyetor ke BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan sebesar Rp.169.992.

“Namun sejak bulan Oktober 2019 sampai sekarang perusahaan tidak menyetorkan iuran yang sudah dikutip tersebut ke BPJS Ketenagakerjaan. Akibatnya karyawan sebanyak 25 orang tersebut mengalami kerugian sebesar Rp. 35.709.747,” kata Gindo didampingi Natal Sidabutar saat ditemui di Kantornya, Kamis (06/08/2020).

Atas hal ini, sambung Gindo, karyawan atas nama Suhaimi dan 24 karyawan lainnya melaporkan perbuatan Perusahaan tersebut ke Polrestabes Medan pada tanggal 3 Agustus 2020 didampingi Firma Hukum Sentra Keadilan.

“Pimpinan perusahaan kita laporkan karena diduga telah melanggar pasal 19 UU BPJS No. 24 tahun 2011 dan melanggar pasal 372 KUHPidana,” pungkasnya.(TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *