Siapkah KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil X-ray Kontainer di Pelabuhan BC Belawan?

Headline Korupsi

tobapos.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut dugaan korupsi pengadaan Mobil X-ray Kontainer senilai ratusan miliar di Pelabuhan BC Belawan, Medan.

Dugaan korupsi tersebut juga terjadi pada biaya perawatan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Informasi yang diterima wartawan, dugaan korupsi tersebut bermula dari pengadaan Mobil X-ray Kontainer senilai Rp 90 Miliar yang merupakan hibah dari Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tahun 2017.

Namun anehnya, Mobil X-ray yang sejatinya berfungsi untuk mendeteksi setiap kontainer yang masuk ke Pelabuhan BC Belawan tersebut tidak digunakan.

Bisa dibayangkan berapa kerugian negara akibat tidak beroperasinya Mobil X-ray Kontainer tersebut.

Untuk mengetahui pasti penyebab tidak beroperasinya Mobil X-ray Kontainer tersebut, wartawan pun mencoba mengkonfirmasi Kasubag Umum BC Pelabuhan Belawan Ma’ruf Amin.

Namun sayang, Ma’ruf Amin menolak menjelasakan pengadaan dan biaya perawatan Mobil X-ray Kontainer tersebut.

“Silakan pak, bisa hubungi pak Despan, beliau adalah Kasubsi Layanan Informasi. Beliaulah yang berhubungan dengan media mewakili Kantor Bea Cukai Belawan,” jawab Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Kasubsi Layanan Informasi BC Pelabuhan Belawan, Despan Sinaga saat di konfirmasi meminta wartawan agar datang ke kantornya.

Namun pada saat hendak ditemui, Despan Sinaga beralasan sakit dan tidak masuk kantor.

“Saya lagi sakit tidak masuk kantor, nanti staf saya yang menjelaskan,” kata Despan melalui telepon, Senin 21 September 2020.

Tak lama kemudian, staf Kasubsi Pelayanan Informasi BC Pelabuhan Belawan Agus Simanjuntak bertemu di ruang kerjanya.

Agus membenarkan bahwa Mobil X-ray Kontainer tersebut merupakan hibah dari Dirjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan di Jakarta.

“Iya benar dari Jakarta. Tapi saya tidak tahu kapan pengadaannya,” kata Agus.

Padahal diketahui sampai saat ini Mobil X-ray Kontainer tersebut tidak beroperasi alias mangkrak. Sehingga biaya perawatan yang dialokasikan setiap tahunnya diduga jadi objek korupsi berjemaah.

Agus Simanjuntak juga menolak untuk menjelaskan lebih jauh terkait jumlah biaya perawatan Mobil X-ray Kontainer setiap tahunnya.

“Soal Biaya itu saya tidak tahu, penunjukannya semuanya dari pusat, alatnya canggih. Untuk DIPA nya di sini (BC Belawan) yang tahu itu bagian umum. Saya tidak bisa memberikan informasi lebih jauh,” jawab Agus kepada wartawan. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *