Sejak PSBB Ketat Kata Dinkes DKI, Kluster Perkantoran Turun 

Pemerintahan

tobapos.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta klaim angka penyebaran Covid-19 di perkantoran turun selama diberlakukannya PSBB ketat 14 September lalu. Klaster perkantoran mencapai yang pada masa PSBB transisi 7,2 persen. Kini, turun menjadi 4,5 persen.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama, mengatakan, pada masa PSBB transisi itu biasanya proporsi penyebaran Covid-19 di perkantoran mencapai 7,2 Persen. Namun, dalam sepekan terkahir menunjukan adanya penurunan. 

“Satu minggu terakhir proporsi perkantoran hanya 4,5 persen,” kata Ngabila kepada wartawan, Kamis (01/10/2020).

Pada masa PSBB ketat, Pemprov DKI hanya memperkenankan jumlah pegawai yang masuk kerja dalam sehari  25 persen dari total karyawan yang ada. Apabila melanggar, kantor bersangkutan bakal disanksi dengan penutupan operasional selama beberapa hari.

Lalu bagi perkantoran yang ditemukan kasus corona bakal ditutup seluruhnya selama tiga hari untuk mensterilkan tempat kerja tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, (Disnakertrans) DKI, Andri Yansyah mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di perkantoran.  

Diantaranya,  melakukan sosialisasi untuk memberi kesadaran kepada pengelola perkantoran supaya menerapkan protokol kesehatan kepada 1.100 pengelola perkantoran swasta, 1.300 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang juga menjadi adalah Satgas Covid-19 internal perusahaan, dan 100 manajemen kantor perbankan.

“Awalnya pola sosialisasi hanya melalui asosiasi seperti Kadin dan Apindo, sekarang saya membuka diri ngobrol bareng dengan pengusaha yang terlibat langsung. Kami lakukan secara masif melalui webinar, dan ternyata responsnya positif,” pungkasnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *