Rumah Indonesia Batal Promosikan Olimpiade 2032 di Tokyo

Olahraga

tobapos.co–Indonesia membatalkan program Rumah Indonesia yang merupakan media promosi sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 pada ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, 2021 mendatang.

Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyebut tidak ingin menghambur-hamburkan uang di tengah pandemi Covid-19. Alhasil, program Rumah Indonesia di Olimpiade 2020 dihentikan.

Rumah Indonesia di Olimpiade 2020 rencananya bakal jadi ajang promosi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut Okto, cara yang paling optimal sekarang yakni menjalin komunikasi dengan negara-negara lain, terutama dengan IOC.

“Kami harus lebih rasional, lebih realistis, karena Covid-19 ini belum tahu bagaimana. Jadi kami tak mau menghambur-hamburkan uang. Jika kami bisa lebih efektif menjangkau negara-negara lain dan meyakinkan mereka Indonesia menjadi tuan rumah, kami pakai cara itu. Tanpa harus menghabiskan terlalu banyak uang,” kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, Kamis (16/7).

Meski begitu, beberapa rencana cadangan juga telah disiapkan NOC Indonesia. Misanya, jika Jepang tepat waktu dan merealisasikan Olimpiade 2020 tahun depan, maka NOC Indonesia harus memanfaatkan momen tersebut untuk meyakinkan negara lain.

“Plan B, kalau ternyata ada penundaan kembali, kami harus menyesuaikan. Plan C, kalau ada hal yang tidak diinginkan sampai pembatalan, berarti harus cari pola-pola lain. Jadi berbagai rencana harus dipersiapkan karena tak ada yang tahu masalah Covid-19 ini bagaimana,” tutur Okto.

Indonesia Percaya Diri
Sementara itu, NOC Indonesia tetap percaya diri membawa Indonesia maju sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Sekalipun Jerman saat ini mengklaim menjadi yang paling siap.

Okto mengatakan peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 masih terbuka lebar. Terlebih lagi komunikasi intensif yang dilakukan bersama International Olympic Committee (IOC) berjalan sangat baik.

“Peluang Indonesia cukup besar menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018 itu sudah menjadi bahan pertimbangan bagi IOC, apalagi sudah jadi rahasia umum jika perkembangan ekonomi Indonesia bakal mencapai puncak pada 10 hingga 15 tahun ke depan,” ucap Okto.

“Mereka [IOC] juga cukup intensif menanyakan kesiapan dan persiapan Indonesia jadi tuan rumah. Komunikasi tersebut tak putus sampai hari ini. Ditambah lagi, kami punya konsultan yang berada di sana,” ujar mantan ketua ISI itu melanjutkan.

Selain Indonesia, beberapa negara lain juga sudah menyuarakan keinginan menjadi tuan tumah Olimpiade 2032, seperti Australia, Unifikasi Korea, India dan belakangan Jerman.

Bahkan, Jerman mulai melakukan psywar melalui media dengan menyebut diri mereka sebagai negara yang paling siap menjadi tuan rumah. Namun, Indonesia dianggap Okto memiliki lebih posisi yang lebih kuat untuk diberikan mandat oleh IOC menjadi tuan rumah.

Menurut Okto, posisi Indonesia cukup kuat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang bakal menjadi tuan rumah Olimpiade. IOC pasti mendapatkan sorotan karena setiap benua dan wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tuan rumah penyelenggara multievent olahraga terbesar di dunia tersebut.

“Ini sudah waktunya Asia Tenggara menjadi tuan rumah, kan semua kontinental sudah pernah. Nah, ini kesempatan kami minta kepada mereka dengan dibuktikan kesuksesan Asian Games dan Asian Para Games,” sebut Okto.
(sumbercnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *