Respon Pergub 142/2019, Pasar Tradisionil Dilarang Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Perumda Pasar Jaya mulai awal Juli 2020 mendatang akan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di seluruh area pasar. Hal ini menyikapi Pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) 142/2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Direktur Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin (foto-red), mengatakan sejak awal tahapan sosialisasi sendiri sudah dilakukan agar pedagang dan pengunjung pasar lebih memahami aturan pelarangan kantong sekali pakai tersebut. 

Sesuai ketentuan,  menurut Arief, per awal Juli mendatang pelarangan kantong sekali pakai ini akan dilakukan di seluruh area jual beli di pasar.

“Sesuai tahapan maka per 1 Juli 2020 para pimpinan wilayah baik manager dan kepala pasar agar mengawasi aktivitas pelarangan kantong plastik sekali pakai di area pasarnya, karena memang sudah jauh hari kita lakukan sosialisasi,”ujar Arief di Jakarta, Selasa (30/06/2020).

Menurutnya, ini merupakan langkah nyata dari Perumda Pasar Jaya, karena pasar tradisional salah satu yang berkontribusi besar menghasilkan sampah di DKI Jakarta. 

“Setiap hari, pasar tradisional menghasilkan 600 ton sampah. Dan jika pelarangan kantong sekali pakai ini dilaksanakan maka akan sangat signifikan mengurangi sampah DKI Jakarta,” terang Arief.

Sebagai bentuk sosialisasi kepada pedagang maka sejak pembahasan pergub ini, lanjut Arief, di tahun 2018 sudah dilakukan berbagai bentuk kegiatan baik secara formal maupun informal. 

“Tidak hanya dalam bentuk kegiatan, sosialisasi dari berbagai media massa juga ikut dilakukan agar pengunjung pasar dan pedagang lebih mengetahui aturan pelarangan tersebut,” terang Arief. 

Dijelaskan, sosialisasi awal dilakukan pada Desember 2018 di Pasar Kramat Jati. Dalam sosialisasi seperti ini ikut juga dibagikan kantong ramah lingkungan kepada pengunjung pasar. 

“Berbagai kegiatan lainnya untuk mensosialisasikan kegiatan ini juga dilakukan di pasar-pasar lainnya seperti di Pasar Tanah Abang,” ujar Arief. 

Kemudian, lanjutnya, kegiatan Focus Group Discussion juga dilakukan di Pasar Kenari, Jakarta Pusat menghadirkan sejumlah pakar dan juga dari masyarakat. 

“Perumda Pasar Jaya melalui Bhakti Isteri Pegawai (BIP) juga pada awal 2020 melakukan sosialisasi dan juga pembagian kantong plastik sekali pakai kepada para pengunjung di pasar Kramat Jati,” tandasnya.

Masih kata Arief, sosialisasi sendiri terus dilakukan saat ini kepada para pedagang dan pengunjung pasar. Berbagai sosialisasi dalam bentuk media cetak juga sudah disebar di seluruh area pasar. 

“Kami berhara para pengunjung dan pedagang pasar sudah siap dalam pelaksanaan larangan plastik di awal Juli 2020 ini,” imbuh Arief. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *