Kerap Banjir, Warga Jalan Mesjid Helvetia Timur Nilai Dinas PU Medan Gagal Normalisasi Saluran Drainase Gg.Kasan Jaya

Advertorial

tobapos.co–Kembali, warga Jalan Mesjid Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia terkena dampak banjir disaat hujan turun diaerah tersebut. Seperti yang terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2020, sekitar pukul 20.00 – 20.30 WIB malam. Hasil pantauan dilapangan, banjir merendam pemukiman warga sampai setingi 30 centimeter. Bukan hanya Gang Kasan Jaya yang terkena dampak banjir, namun juga Gang Pribadi, Gang Famili, Gang Sinamo, Gang Mekar, Gang Melati, Gang Damar dan beberapa rumah warga di Jalan Mesjid. 

Diakui warga, bahwa daerah tersebut akan terus dilanda banjir ketika turun hujan, sebab, dinas PU Kota Medan dinilai gagal melakukan normalisasi dengan membuka bendungan di saluran drainase yang berada di Gang Kasan Jaya.

” Sudah tiga ka;i petugas PU Medan turun kelapangan dengan perlengkapan berat seperti Beko, Mobil truk dan petugas lapangan. Begitu pula petugas PU Kota Medan yang turun pada Rabu (5/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB kembali turun untuk melihat langsung siutasi,” terang salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis. Kamis (6/8).

Sementara itu, menurut Pengawas dari Dinas PU Medan, mengatakan siap membobol tanggul di Gang Kasan asal ada jaminan keamanan dari pihak kelurahan. Informasi yang didapat, pihak kelurahan akan memanggil warga yang keberatan adanya tanggul/bendungan dipasang di saluran drainase Gg.Kasan termasuk juga pihak ibu-ibu yang keberatan tanggul dibuka.
Petugas pengawas dari PU Medan akhirnya pulang dikarenakan ada ribut-ribut ibu-ibu yang tidak puas dengan rencana pembongkaran tanggul di sekitar Gg,Kasan. ” Ada lagi mamak-mamak yang mencari warga yang melaporkan kejadian tersebut ke walikota Medan,”tambah warga itu.

Diketahui, bahwa saluran drainase sudah ada sejak jaman Belanda ketika membuka perkebunan di Helvetia. Hal ini dikatakan oleh pak Samirin (60) termasuk pak Sarifuddin, Pak Pairin dan banyak lagi orangtua yang sudah lama tinggal di Jalan Mesjid.
Ramlan anak kandung Pak Kasan turut mengakui keberadaan drainase yang merupakan peninggalan jaman Belanda tersebut. ” Dulunya parit itu lebar, namun akibat dipakai warga untuk meluaskan tanah mereka, makanya jadi sempit. Memang dari pihak Kelurahan Helvetia Timur belum bisa menanggapi karena mungkin bukan tugas mereka. Malah diduga pihak Kepling IX merasa turut mengganjal  atau keberaratan bila tanggul dibuka,” ujar Ramlan sambil menambahkan jika selama ini warga disana tidak peduli akan kebersihan sampah dilingkungan mereka. 

Sementara itu, Lurah Helvetia Timur, Teguh ketika diminta tanggapannya mengatakan kondisi Gg, Kasan tidak memungkinkan jika dilakukan penjebolan tanggul. Karena air akan mengarah ke Gang tersebut dan lokasi itu akan tenggelam.

” Solusi yang saya pikirkan untuk dilakukan adalah bagaimana ada tempat pembuangan air. Kaalu bisa dibuatkan saja parit lebar dan dalam minimal 1 meter seperti parit yang ada di Jalan Pembangunan,” terang Teguh.

Atau, tambah Lurah lagi, bisa saja dengan cara dengan melakukan pelebaran parit-parit di sisi dan sisi kiri di sepanjang Jalan Mesjid. ” Solusinya hanya itu, atau bisa juga disepanjang Jalan Setia Budi dibangun parit dalam sampai menuju sungai di dekat rumah sakit Sufina Aziz,” terangnya.

Diterangkan Lurah lagi, kalau tanggul di Gg Kasan itu di jebol tidak menjadi jaminan dan banyak warga di Jalan Mesjid yang keberatan. ” Karena penembokan parit dilakukan oleh Kepling yang sudah lama, kita juga tidak tahu kenapa itu ditembok.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra menanggapi keluhan warga Jalan Mesjid mengatakan tetap akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PU Medan, sebab, segera harus dicari solusi bagaimana agar didaerah Jalan Mesjid tidak lagi kebanjiran ketika hujan turun.

” Kita memang pernah menyetujui jika Tanggul yang ada di Gang Kasan dibobol atau dinormalisasi untuk dapat menampung debet air hujan, Namun ada masyakarat yang pro dan kontra. Sehingga membuat pelaksanaannya terkendala sampai saat ini,”kata Duma.

Jikapun tidak, tambah Duma, maka solusinya adalah, drainase sisi kiri dan sisi kanan sepanjang jalan Mesjid harus diperdalam atau diperlebar, atau pemerintah kota Medan membangun parit drainase yang lebih dalam lagi disepanjang Jalan Mesjid, Jalan Setia Budi sampai menembus ke Parit di dekat RS Sufina Aziz.(km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *