Permintaan Ekspor Buah Naik Pesat selama Pandemi Corona

Ekonomi

 tobapos.co– Permintaan buah global meningkat tajam selama pandemi virus corona (covid-19). Hal ini tercermin dari kenaikan ekspor buahselama Januari-Mei 2020 sebesar 375 ribu ton atau 31,89 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Nilai tambahan ekspor naik 73,4 persen dibanding periode sama 2019 yaitu US$191,23 juta,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud lewat video conference, Senin (10/8).

Ia menyebut sektor hortikultura menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 yang anjlok 5,32 persen. Di tengah rontoknya berbagai sektor perdagangan, lanjutnya, hortikultura mampu mencetak pertumbuhan positif.
Kinerja sektor pertanian tumbuh sebesar 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan subsektor seperti pangan 34,77 persen, hortikultura 21,75 persen, dan perkebunan 23,46 persen.

“Dari sisi sektoral sebagian besar sektor berkontraksi negatif, sektor pertanian memberikan andil terbesar terhadap PDB,” katanya.

Lebih lanjut, Musdhalifah menyebut bahwa tren positif permintaan buah masih akan berlangsung sepanjang 2020. Dia bilang pemerintah akan memanfaatkan momentum untuk meningkatkan produksi dan ekspor buah, terutama di negara yang telah menjalin hubungan bilateral erat dengan RI.

Tujuan utama ekspor buah yaitu Vietnam yang pada 2019 menyerap 27 persen dari total ekspor. Diikuti oleh Malaysia sebesar 19 persen, lalu China yakni 17 persen.

Selain itu, India juga merupakan pasar buah yang menjanjikan dengan daya serap sebesar 10 persen, Hong Kong dan Thailand 6 persen, dan Uni Emirat Arab sebesar 3 persen.

Selain ekspor, pemerintah juga akan mendorong konsumsi buah dalam negeri yang saat ini masih minim. Ia menyebut, rata-rata masyarakat Indonesia saat ini hanya mengkonsumsi sebanyak 67 gram per kapita per hari, sementara anjuran WHO minimal 150 gram per kapita per hari.

“Perlu dilakukan gerakan bersama secara massif untuk melakukan konsumsi buah agar masyarakat punya kesadaran mengkonsumsi buah untuk meningkatkan keseimbangan gizi,” pungkasnya.
(sumbercnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *