Rapat Paripurna Laporan Reses Ke III 2020, DPRD Medan Paling Banyak Sampaikan Masalah Drainase & Bantuan Dimasa Pandemi Corona

Pemerintahan

tobapos.co – DPRD Medan gelar rapat paripurna Tentang Penyampaian Laporan Reses Ke 3 Tahun Anggaran 2020 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I sampai dengan V di Gedung DPRD Medan, Selasa (22/9/2020). Hasil reses disampaikan ke Pemko Medan guna ditindaklanjuti secara prioritas.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim didampingi Wakil Ketua I DPRD Medan Ihwan Ritonga, Wakil Ketua II DPRD Medan Rajudin Sagala, dan Wakil III DPRD Medan HT Bahrumsyah. Hadir Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman yang diikuti beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemko Medan dan segenap anggota dewan.

Berikut poin-poin yang disampaikan Dapil I sampai Dapil V

Edward Hutabarat//

Dapil I : Meliputi 4 Kecamatan , yaitu Kecamatan Medan Barat, Medan baru, Medan Petisah dan Medan Helvetia yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Medan H. Rajudin Sagala, Dame Duma Sari Hutagalung, Edward Hutabarat, Robi SE, Antonius Devolis Tumanggor, Rudiawan Sitorus, Renville Pandapotan napitupulu, dan Abdul Rahman Nasution.

Adapun ke delapan anggota DPRD Medan itu memberikan masukan sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja aparat pemerintah dalam proses pembangunan Kota Medan kedepannya, dengan menyoroti pemberian bantuan akibat efek covid -19 dimana banyak yang terkena PHK dan pendapatan masyarakat turun drastis (Medan Barat).

Kemudian permasalah narkoba yang semakin merebak di hampir setiap lingkungan (Kel Karang Berombak), permasalah pemungutan sampah dan tempat sampah, air PAM yang semakin kotor dengan tagihan yang juga semakin mahal, pengrurusan surat-surat kependudukan yang berbelit-belit, pembelajaran daring yang kurang efektif, bantuan pemerintah berupa saldo Indonesia Pintar yang belum terisi.

Adapula yang lebih banyak dikeluhkan masyarakat di Dapil tersebut yakni persoalan drainase yang menyebabkan banjir ketika hujan, maraknya gelangdangan dan pengemis, pelayanan BPJS melalui rumah sakit, maraknya geng motor hingga permohonan masyarkat agar mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa modal usaha hingga fasilitas umum yang agar dapat ditambah Pemko Medan.

Dapil II : Meliputi 4 Kecamatan, yaitu : Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Deli yang dilaksanakan HT Bahrumsyah; H. Aulia Rachman; Surianto SH; Siti Suciati; Margaret MS; Mulia Asri Rambe; T. Erdiansyah Rendy; Abdulah Latif Lubis; Abdul Rani; Janses Simbolon; dan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan.

Adapun para anggota legislatif ini dalam penyampaiannya akan Laporan Reses Ke 3 Tahun Anggaran 2020 paling menyoroti persoalan drainase di 4 kecamatan tersebut diatas. Seperti di kawasan Medan Utara agar dilakukan Pemko Medan perbaikan yang dapat membuang air hujan ke laut.

Pengawasan terhadap sampah yang jarang diangkut, lampu jalan yang banyak tidak berfungsi, penambahan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Tak luput pula legislatif dari Dapil II itu juga mengkritisi persoalan limbah yang dibuang ke sungai menyebabkan bau busuk.

Kemudian bantuan terhadap masyarakat kurang mampu dari Dinas kesehatan, BPJS dan tenaga kerja yang di PHK.

Dapil III : Meliputi, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur, reses yang dilaksanakan Ir Sahat B Simbolon; Paul Mei Anton Simanjuntak; Drs Wong Chun Sen; Modesta Marpaung; Irwansyah; dan Edwin Sugesti Nasution.

Dalam laporan hasil reses mereka, disampaikan pula agar Pemko Medan melalui dinas terkait maupun Walikota Medan memperbaiki hingga memperlebar drainase sebagaiman mana keluhan warga yang disampaikan dan ada pula pengerjaan drainase yang cepat rusak.

Kepada Dinas Pertamanan Kota Medan, mereka juga mendesak agar perbaikan lampu jalan lebih ditingkatkan, Dinas Kesehatan agar lebih sering melakukan penyemprotan disinfektan di masa pandemi covid-19 ini. Dinas Sosial agar menambah bantuan sembako kepada masyarakat dan agar kegiatan belajar dapat dilaksanakan secara normal dengan mengikuti aturan kesehatan.

Dapil IV : Meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai dan Medan Kota, reses dilaksanakan Hasyim SE; H. Ihwan Ritonga; Dedy Aksyari Nasution; David Roni Ganda; M. Rizki Nugraha; Afif Abdillah; Rudyanto; Edi Saputra; Drs Hendra DS; Dodi Robert Simangunsong.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan dengan Dapil –dapil sebelumnya, Dapil IV juga menyoroti adanya kehuhan masyarakat terkait drainase buruk sebagai penyebab bajir, tong sampah yang kurang, pembuatan KTP yang lama, jalan yang rusak lampu jalan yang banyak padam, rusak hingga permohonan renovasi kamar mandi rumah ibadah dan bantuan PKH agar diberikan secara merata.

Masih ada lagi, agar Satpol PP tidak sembarangan menertibkan warga yang berjualan meski di lokasi lapak terlarang sebab saat ini masih masa pandemi covid – 19, bantuan kepada anak sekolah yang kurang mampu, penertiban terhadap ormas yang pungli, pembayaran listrik yang melonjak hingga pengurusan data kependudukan yang lebih dipermudah.

Terakhir dari Dapil V: Meliputi Kecamatan Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Selayang dan Medan Sunggal, reses dilaksanakan Mulya Syahputra Nasution; D. Edy Eka Suranta; Drs Daniel Pinem; Johannes haratua Hutagalung; Hendri Duin; Habiburahman Sinuraya; Syaiful Ramadhan; Erwin Siahaan; Sukamto SE; dan Burhanuddin Sitepu SH.

Dalam laporannya, mereka menyahuti keluhan warga di Dapilnya yang mengeluhak belajar daring yang kurang efektif, bantuan yang harus ditambah karena masa pandemi covid yang berum membaik, pelayanan air PDAM, lampu jalan yang banyak rusak, mengharapkan Pemko Medan terus mengadakan pasar Sembako murah, banyaknya sampah yang tidak diangkut, hingga masyarakat agar diberikan pelatihan edukasi berwira usaha.

Sekda Kota Medan

Pada kesempatan itu, Sekda Pemko Medan menyampaikan, pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mendatangkan banyak masalah dan tantangan pembangunan yang tidak hanya terkait tuntutan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga melibatkan dimensi lebih luas, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada banyaknya pengangguran dan masalah lainnya.

Disamping itu, Sekda juga menjelaskan, berdasarkan hasil reses yang telah disampaikan, cukup banyak masukan penting dan strategis, baik bersifat kebijakan, maupun program pembangunan kota yang merefleksikan kebutuhan pokok masyarakat.

Sebelumnya dalam paripurna tersebut, Anggota dewan membacakan laporan reses mulai dari Dapil I sampai dengan V, masing-masing Dapil menyampaikan laporan hasil reses yang bersumber dari aspirasi masyarakat. Selanjutnya hasil reses ini akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan. Setelah dibacakan, laporan reses secara tertulis itu disampaikan langsung kepada Sekda. (TP/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *