Minimnya Jumlah Guru SD ASN di Kabupaten Dairi, DPRD Minta Bupati Dairi Mengeluarkan SK

Headline Sekitar Kita

tobapos.co – Mengingat minimnya jumlah guru sekolah dasar (SD) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Dairi yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah sekolah dasar yang ada, anggota DPRD Kabupaten Dairi meminta agar Bupati Dairi, DR. Eddy Keleng Ate Berutu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bagi guru – guru tenaga honorer, yang sejak lama telah mengabdi di sejumlah SD Negeri disana.

Hal itu disampaikan salah seorang anggota Komisi III DPRD Dairi, Bona Hasudungan Sitindaon, didampingi Lamasi Simamora, Radeanto Banjarnahor, dan Nurlinda Angkat, saat menerima audensi sejumlah warga desa Bakal Gajah Kecamatan Silima Punggapungga Kabupaten Dairi, Sumatera utara di ruang rapat Komisi III DPRD Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Selasa (14/7/2020).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, Pemerintah atau Bupati Dairi harus mampu membijaki kekurangan guru – guru pengajar yang berstatus ASN di Kabupaten Dairi, terutama di sejumlah SD dan SMP Negeri yang berada di Desa – desa, dengan memberikan SK Bupati terhadap guru honorer yang sudah lama mengabdi di sejumlah sekolah negeri yang jumlah guru ASN nya sangat minim.

Seperti diketahui tujuan kehadiran puluhan warga Desa  Bakal Gaja di Gedung Dewan itu adalah untuk menyampaikan keluhan mereka (warga – red), terkait kondisi Sekolah SD Inpres 034808 yang berada di Desa Bakal Gajah, yang hanya memiliki satu orang tenaga guru ASN yang merangkap PLT Kepala Sekolah.

Pada kesempatan itu, warga Desa yang juga didampingi Kepala Desa Bakal Gajah, Humitar Sitorus, komite sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, serta sejumlah perwakilan orang tua siswa itu, menyerahkan aspirasi dan permohonan warga secara tertulis yang ditujukan kepada Bupati Dairi melalui anggota dewan, agar pemerintah menambah tenaga pengajar ASN di SD Inpres 034808, yang diterima pimpinan rapat, Jonnes Gurning Anggota DPRD Dairi.

Selain kekurangan guru ASN, menurut warga, kondisi fisik termasuk kondisi mobiler di sekolah dasar ndgeri dimaksud, juga sangat memprihatinkan, hingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah Dairi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Sekretaris Disdik, didampingi Kabid Pembinaan SD, Elvis Panggabean dan Kabid P2TK, Saut Harapan Simarmata, mengakui jumlah guru ASN yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah SD di Kabupaten Dairi.

Elvis Panggabean memaparkan, bahwa jumlah guru SD yang berstatus ASN di Dairi pada posisi akhir Januari 2020, hanya 1661 orang, dengan total rombel 1695, dan jumlah guru ASN yang pensiun termasuk yang sudah meninggal sekitar 106 orang, “Seyogianya dari 6 Rombel siswa SD, harus ada 11 guru pengajar”, paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik, Besli Pane, juga mengakui bahwa, secara umum tenaga pengajar ASN di sekolah SD di Kabupaten Dairi sangat kurang, “Namun demikian, kewenangan untuk pengangkatan guru ASN adalah Pemerintah Pusat, yang pasti setiap tahun data base guru kita sampaikan ke Pusat”, sebut Besli.

Kepada Komisi III DPRD Dairi, Besli Pane menyampaikan, bahwa belum lama ini, Bupati Dairi telah menyurati Presiden RI, agar guru tenaga honorer SD yang berusia 35 tahun ke atas, untuk diangkat menjadi ASN. (BOLON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *