PPKB Provsu Harapkan Memperbaiki ‘Potical Will’

Pemerintahan

tobapos.co – Penyajian Draft Grand Design kedepannya diharapkan dapat memperbaiki ‘potical will’ para pemangku kepentingan dalam rencana pembangunan.

Desain pembangunan tersebut sangat mendukung perkembangan yang berkaitan informasi pengendalian kependudukan di setiap daerah.  Karena itu perlu dukungan pemerintahan Kabupaten/ Kota se Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Kadis Pengendalian Penduduk  Dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara diwakili Kabid Pengendalian Penduduk Laura Ance Sinaga pada siaran onlinenya di Tarutung, Jumat, (25/04/2020).

Menurut Laura dihadapan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, saat peluncuran Buku (GDPK) Grand Design Pembangunan Kependudukan Kabupaten Tapanuli Utara 2020-2045 bertempat di Balai Data Kantor

Bupati Tarutung baru – baru ini mengatakan, bahwa acuan buku GDPK bermanfaat untuk menyusun dan mengetahui informasi pengendalian pertumbuhan penduduk mengutamakan kualitas usia produktif.

Dalam peluncuran tersebut, Bupati didampingi Sekda Indra Simaremare bersama Ketua Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provsu, Indra Utama, Bupati terlebih dahulu menerima Buku GDPK dari Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Tapanuli Utara, selanjutnya Bupati menyerahkan kepada Kadis PPKB Provsu dan Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provsu sebagai tanda pelaksanaan Peluncuran Buku Grand Design tersebut.

”Saya mengapresiasi Rencana Induk Kependudukan Tapanuli Utara dan apabila nantinya dikerjakan bersama-sama bisa dituangkan dalam program kerja serta akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kualitas SDM masyarakat. GDPK ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan,” awal arahan Bupati usai penyerahan Buku GDPK.

Bupati juga menjelaskan 2 hal penting dari peluncuran Grand Design tersebut, yaitu pengendalian pertumbuhan penduduk mengutamakan kualitas usia produktif serta pentingnya untuk segera mendirikan Universitas Negeri Tapanuli Raya.

”Usia produktif di Tapanuli Raya cenderung menurun disebabkan adanya adat dan budaya orang Batak untuk menyekolahkan anak keluar daerah sehingga banyak menjadi perantau. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan pendirian Universitas Negeri yang akan memberikan dampak luar biasa bagi beberapa sektor seperti pariwisata dan jasa lainnya terutama pada peningkatan SDM.

Universitas Negeri Tapanuli Raya ini juga akan mendorong peningkatan ekonomi mikro karena adanya mobilisasikan penduduk yang meningkat ke Tapanuli Raya,” tambah Bupati.

”Dalam pengendalian penduduk kita, agar lebih mempertimbangkan kualitas usia produktif daripada terlalu fokus terhadap kuantitas atau jumlah penduduk. Kita juga perlu melihat dan menjadi bahan pertimbangan, kenapa negara China dan USA dengan jumlah penduduk terbesar tetap mampu sebagai negara maju? Ini perlu kita pikirkan bersama,” ujar Bupati.

Pada kesempatan sebelumnya, Kabid Pengendalian Penduduk Dinas PPKB Provsu menjelaskan bahwa GDPK ini sebagai arah bagi kebijakan kependudukan di masa depan dan juga sebagai salah satu acuan dalam penyusunan RPJPD Tapanuli Utara.

Laporan Kepala Dinas PPKBP3A Taput Sudirman Manurung menjelaslan bahwa penyusunan Buku Grand Design Pembangunan Kependudukan Kabupaten Tapanuli Utara 2020-2045 ini dilakukan dengan 3 Tahap, yaitu pengukuhan dan Raker pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara. (TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *