Kinerja Buruk dan Tidak Adil Dalam Setiap Pembagian Bansos, Alasan Utama Warga Meminta Copot Kepling IV Kelurahan Sei Agul

Advertorial Kriminal

tobapos.co–Menyikapi aspirasi warga Lingk 4, di duga Camat Medan Barat dan Lurah Sei Agul diduga tidak berpedoman pada Perda 9/2017. Hal ini diutarakan oleh Antonius Tumanggor,S.Sos, menyikapi aspirasi warga lingkungan IV kelurahan Sei Agul yang kemarin datang menyampaikan aspirasinya ke Kantor Lurah Sei Agul, Kamis (14/5/2020).

“Itu pertanda, kalo Camat dan Lurah tidak taat pada hukum dan boleh dikatakan, keduanya pejabat dungu,”ujar Antonius.

Dijelaskan politisi dari Partai NasDem kota Medan ini lagi, pada Perda 9/2017 Bab VI Poin 2 (f) sudah jelas disebutkan bahwa Kepling harus berkelakuan baik, jujur dan adil. Selanjutnya, di Bab IX Pasal 20 Poin 1 disebutkan bahwa masyarakat setempat dapat mengusulkan pemberhentian Kepling.

Di Poin 2 (b) disebutkan, pemberhentian sebagaimana dimaksud pada Poin 1, jika Kepling berkinerja buruk, (d) bersikap arogan dan tidak adil terhadap masyarakat setempat.

“Sebagaimana diketahui, alasan utama kenapa warga minta Kepling IV dipecat, karena, tidak adil dalam menyalurkan bansos, berkinerja buruk karena pengurusan KK, KTP, Surat pindah dan Surat Nikah suka meminta uang. Bahkan ada warga miskin tak dapat BPJS gratis,”ujar Anggota Legislatif dari Dapil 1 Kota Medan ini.

Untuk itu, Antonius berharap, Plt.Walikota Medan mau mendengarkan aspirasi masyarakat di Kelurahan Sei Agul, karena mereka juga adalah warga Kota Medan dan menginginkan kepling yang benar-benar berpihak kepada kepentingan warga nya, bukan seperti kepling IV. Karena Kepling itu merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat langsung menyentuh aspirasi warga ditingkat paling bawah yakni di pemerintahan yakni lingkungan tempat tinggal. ” Tanpa Kepling, maka pemerintah akan kesulitan untuk mengetahui aktifitas warganya,”pungkas Antonius Tumanggor yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Kota Medan.
Sambung Antonius lagi, agar kepling IV tersebut diberikan sanksi dengan mencopot jabatannya selaku kepala lingkungan.(km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *