Kiki Handoko Sembiring Akhirnya Ditangguhkan, Kapolrestabes Medan : Alasan Kemanusiaan Saja

Headline Kriminal

tobapos.co – Kiki Handoko Sembiring diduga terlibat penganiayaan terhadap dua anggota Polri yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu tempat hiburan malam di Kota Medan akhirnya diberikan penangguhan.

Padahal sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko pernah mengatakan, bahwa tidak akan ada penangguhan terhadap Kiki Handoko Sembiring, anggota DPRD Sumut dalam kasus tersebut.

Namun, setelah proses penyelidikan berjalan, Kombes Pol Riko Sunarko mungkin lupa dengan ucapannya, hingga memberikan penangguhan terhadap Kiki Handoko.

Mantan Kabid Profesi Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan itu kepada tobapos.co, Sabtu (5/9/2020) mengungkapkan, penangguhan diberikan dikarenakan alasan kemanusiaan dan yang bersangkutan dalam kondisi sakit.

“Yang bersangkutan sakit, alasan demi kemanusiaan untuk memberikan kesempatan berobat,”ujar Kombes Riko.

Saat ditanya, separah apakah sakit Kiki hingga diberikan penangguhan?

“Saya bukan dokter, jadi gak tahu parah atau tidaknya,” tutur orang nomor di Polrestabes Medan itu kepada tobapos.co.

Lalu, apakah kesempatan berobat yang diberikan kepada Kiki Handoko sesuai anjuran dokter ? atau kebijaksanaan Kombes Pol Riko sendiri.

“Kesempatan berobat tentunya sesuai surat keterangan dokter/rujukan dokter ketika yang bersangkutan dibantarkan di RS Bhayangkara. Saya mengabulkan permohonan keluarga karena ada surat keterangan dari dokter, dan demi rasa kemanusiaan,” terangnya.

Seperti diketahui, Kiki Handoko Sembiring bersama adik dan teman-temannya dinyatakan sebagai tersangka setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap Bripka Karingga Ginting anggota Brimob Kompi 4 Yon C dan Bripka Mario anggota Ditlantas Polda Sumut.

Dari ke 10 pelaku penganiayaan, 8 diantaranya berhasil ditangkap. Sedangkan dua pelaku lainnya masing-masing berinisial M dan A masih dalam pengejaran, dan berstatus (DPO).

Mantan anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum kasus pajak Gayus Tambunan itu menjelaskan lagi, kedua DPO itu juga berperan mengeroyok dan memukuli korban.

“Kedua pelaku yang kini (DPO) itu saat kejadian ikut mengeroyok dan memukul korban,” tandasnya.

Kedelapan tersangka tersebut masing-masing berinisial, LFG, RAS, PHT, SS, ZAD, AJ, KHS dan seorang wanita berinisial PA. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *