Ketua KPK Firli Bahuri : Pelaku Tindak Korupsi Dalam Keadaan Bencana Akan Dihukum Mati

Headline Korupsi

tobapos.co – Untuk menghindari praktik korupsi penanganan wabah Covid-19 yang sarat penggunaan anggaran dalam jumlah besar, dinilai perlu dilakukan pengawalan.

Tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, masyarakat umum juga diajak agar berperan aktif mengawal korupsi di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat mengisi ‘talkshow’ dengan tema Sinergi Pemberantasan Korupsi di Masa Covid-19, pada Jumat 28 Agustus 2020, di Studio Pro 1 RRI, Jalan Gatot Subroto Medan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, dan Plt Kajatisu Jacob Hendrik Pattipeilohy.

“Ada banyak titik rawan pada penanganan Covid-19. Seperti pengadaan barang dan jasa, sumbangan pihak ketiga, refocusing dan realokasi, laporan pertanggungjawaban keuangan, pemulihan ekonomi nasional,”ujar Firli.

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Plt Kajatisu Jacob Hendrik Pattipeilohy, di Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (28/8/2020).

Dan yang paling menjadi perhatian salah satunya adalah penyelenggaraan bantuan sosial (Bansos)

Karena itu, lanjut Firli, KPK telah mengambil langkah untuk melibatkan masyarakat dengan membuat aplikasi JAGA Bansos. Aplikasi ini dapat dipergunakan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan-pengaduan penyelewengan atau ketidakwajaran yang akan ditindaklanjuti.

“Aplikasi sudah diluncurkan sejak bulan Juni dan kita sudah menerima sekitar 1.600 input dari masyarakat. Tidak semua bersifat aduan, ada juga yang bertanya dan kita jawab dalam rangka menjalankan tugas KPK tidak hanya penindakan, tetapi lebih mengedepankan edukasi masyarakat dan pencegahan,”ungkapnya.

Firli pun mengingatkan dan menekankan agar tidak ada pihak manapun yang coba-coba melakukan tindakan korupsi penanganan pandemi. Lantaran hukumannya tidak main-main.

Hal ini, kata Firli, telah diatur apabila ada pelaku tindak korupsi dalam keadaan bencana, maka akan dihukum mati, tegas Ketua KPK Firli Bahuri.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjelaskan, langkah-langkah yang telah diambil Pemprov Sumut untuk mencegah praktik korupsi penanganan Covid-19 di Sumut, diantaranya Penandatanganan Nota Kesepahaman, Pendampingan Hukum, Pengawalan dan Pengawasan Keuangan.

Menurut Edy Rahmayadi, dalam percepatan penanganan Covid-19 tersebut, Sumut aktif berkoordinasi dengan KPK.

“Selain selalu diarahkan dan dibimbing KPK, pengawasan kita juga ada dari inspektorat, BPKP, BPK, aparat penegak hukum. Tak cukup sampai di situ, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, selalu kita libatkan dan informasikan,” kata Edy Rahmayadi.

Kami terbuka, masyarakat juga kalau ingin tahu Posko selalu menerima,” ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjut Edy, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 fokus untuk memaksimalkan pendayagunaan tahap II recofusing. Anggaran yang difokuskan pada sektor kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

“Kita belajar dari tahap I, kita minimalisir kesalahan dan mudah-mudahan penyaluran Bansos tepat sasaran dan stimulus ekonomi mampu menggerakakkan perekonomian,” paparnya.

Edy Rahmayadi berpesan kepada Bupati dan Walikota agar memperhatikan warga masing-masing dengan penuh perhatian, khususnya menyangkut Bansos.

Data dari Kemensos untuk penerima Bansos di Sumut hanya berjumlah sekitar 600.000 lebih, sementara ada sekitar 1,1 juta lebih warga miskin di Sumut.

“Untuk itu, kekurangan kita tutupi lewat APBD provinsi dan Kabupaten/Kota. Kita sinergi agar masyarakat kita jangan ada yang tidak dapat. Kita data, apalagi masyarakat miskin baru akibat Covid-19,”beber Edy.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Plt Kajatisu Jacob Hendrik Pattipeilohy selaku Wakil Ketua II dan III GTPP Covid-19 Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan pengawalan terhadap penanganan Covid-19 lewat peran masing-masing.

Acara Talkshow tersebut dirangkai dengan tanya jawab dengan pendengar melalui telepon. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *