Antonius Tumanggor Beri Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Sekolah Swasta yang Telah Memberikan Donasi Keringanan SPP Bagi Orangtua Siswa

Advertorial

tobapos.co–Antonius Devolis Tumanaggor, S.Sos, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem beri apresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pemilik yayasan dan kepala sekolah swasta yang ada di Kota Medan yang telah mendonasikan rezekinya untuk membantu orangtua siswa dalam hal memberikan keringanan uang sekolah (diskon) selama terjadinya pandemi COVID-19 di kota Medan dan di seluruh Dunia.

Diketahui, sejak Maret 2020, dimana wabah virus corona semakin menghawatirkan, dan memaksa pemerintah untuk melakukan kebijakan meliburkan kegiatan belajar di sekolah dan dialihkan menjadi belajar di rumah. Bukan itu saja, para guru baik dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menangah atas juga diwajibkan memberikan pelajaran melalui daring dari rumah kepada murid. Namun dampak yang paling dirasakan oleh semua orangtua adalah ketika pemerintah menerapkan aturan yakni untuk stay at home, pembatasan aktifitas diluar rumah yang mengakibatkan banyak orangtua dari murid yang selama ini bekerja usaha mandiri atau bekerja mencari makan pagi untuk besok terpaksa harus kehilangan mata pencaharian.

” Kita menyadari bahwa dampak pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini sangat berdampak bagi siapa saja tanpa terkecuali. Meski demikian, pendidikan disekolah harus juga dijalankan agar generasi kita tidak ketinggalan ilmu pengetahuan. Meski dirumahkan, tetapi biaya pendidikan tetap berjalan seperti biasanya. Hal ini tentunya membuat banyak orangtua pusing dan kebingungan untuk mencari uang membayar SPP anak-anak mereka, sebab, usaha dan pekerjaan mereka selama ini telah sepi atau di tutup,” terang wakil ketua fraksi NasDem DPRD Kota Medan ini kepada wartawan, Jumat (1/5/2020) di Sopo Restorasi Jalan Mesjid Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat-Kota Medan.

Dikatakan oleh Antonius, awalnya dia banyak menerima keluhan dari para orangtua yang datang ke Sopo Restorasi memohon kepada dia, agar membantu mereka menyampaikan aspirasi kepada pihak sekolah swasta untuk memberikan keringanan uang sekolah (uang SPP) kepada anak-anak mereka, karena kesulitan ekonomi akibat Corona Virus yang melanda di seluruh dunia.

Atas dasar itulah, akhirnya, Antonius lalu meneruskan aspirasi dari para orangtua tersebut kepada pihak pemilik sekolah atau yayasan swasta melalui mass media. ” Ternyata, setelah kita sampaikan di media, ada sekolah pertama sekali saat itu yang langsung merespon dan memberikan diskon uang SPP sebesar 50 persen kepada seluruh siswanya. Sekolah itu adalah sekolah swasta Methodist-5,” kata Antonius.

Dijelaskan oleh Antonius lagi, aspirasi para orangtua murid ini juga dia teruskan kepada Fraksi NasDem DPRD Kota Medan dan kepada Plt.Walikota Medan untuk menjadi pertimbangan bagi dinas pendidikan agar mengeluarkan surat kepada seluruh sekolah dari mulai tingkat dasar hingga tingkat SMP agar memberikan keringanan SPP kepada orangtua murid akibat gejolak ekonomi dampak dari COVID-19.

” Kita meminta agar para pemilik yayasan sekolah swasta yang ada di Kota Medan yang belum mendonasikan bantuan kepada orangtua murid dengan memberikan diskon uang SPP selama pandemi COVID-19 agar terbuka hatinya, sebab, tidak semua orangtua yang menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta itu adalah mampu. Tapi sebelumnya para orangtua mampu membayar uang SPP di sekolah karena masih dapat bekerja dan putaran ekonomi juga masih stabil. Tapi sejak pandemi virus corona, apa lagi yang bisa mereka harapkan, usaha mereka banyak yang tutup dan ada juga yang sampai di PHK ataupun dirumahkan,” sebutnya.
Pemerintah, sambung Antonius ada membantu sekolah-sekolah baik Negeri dan Swasta untuk operasional sekolah yakni Biaya Operasional Sekolah (BOS), jika tidak ada BOS akan banyak sekolah yang tidak mampu membiayai operasional di sekolahnya termasuk juga membayar gaji guru dan pegawai, (meskipun ada beberapa sekolah yang menolak BOS dari pemerintah, namun itu tidaklah banyak).

” Selama ini, sekolah penerima dana BOS sudah menikmati penggunaannya. Kenapa saat negara dilanda wabah virus corona (COVID-19) yang pertama didalam sejarah dan mampu membuat perekonomian dunia merosot, termasuk manusia yang banyak kehilangan nyawa dan pekerjaan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang merupakan bagian dari sosial, sulit sekali memberikan bantuan dari mereka kepada anak-anak calon generasi bangsa di masa depan. Kenapa tiba-tiba pihak pemilik sekolah yayasan swasta ketakutan tidak mampu membayar gaji guru dan pegawainya, dan takut bangkrut. Karena orangtua siswa juga bukannya meminta digratiskan, namun hanya keringanan uang sekolah. Sehingga jika dihitung, sekolah belum tentu mengalami kebangkrutan dan kerugian. Ada dana BOS yang dapat digunakan untuk membantu guru dan pegawai, dan ini sudah diputuskan oleh menteri pendidikan Republik Indonesia, Nadiem Makarim,” ujarnya.

Menurut Antonius lagi, sudah seharusnya, pihak sekolah swasta menunjukkan rasa kemanusiaan mereka kepada anak muridnya, dengan memberikan keringanan uang SPP agar murid mereka bisa terus bersekolah meskipun dirumah. Karena orangtua murid juga tidak mau meminta diskon jika saja, ekonomi mereka tetap lancar seperti biasa.

” Yayasan dan pemilik sekolah Swasta haruslah tetap memiliki ‘Kasih’ kepada sesama dan tidak terlalu memikirkan bisnis semata. Pemerintah juga selama ini tetap memperhatikan semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia termasuk Kota Medan, jadi bagi pemilik sekolah swasta yang belum tergerak hati untuk membantu orangtua murid, silahkan untuk membuka diri, sebab, menyelamatkan masa depan anak bangsa lebih penting dan mulia dari pada hanya memikirkan keuntungan pribadi yang sifatnya juga hanya sementara,” terangnya lagi.

Atas nama Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada seluruh pemilik yayasan sekolah swasta yang telah terbuka hati mendonasikan keringanan uang sekolah kepada orantua muurid. Dan sekolah-sekolah swasta yang berbaik hati tersebut menurut catatan dari Sopo Restorasi antara lain :
1.Sekolah Methodist 5 (TK,SD,SMP,SMA) Jalan Karya Rakyat No.67
2.SD Sutomo 1, Jalan M.H.Thamrin No.55
3.SMA Sutomo 2, Jalan Deli Indah No.66
4.SMA Sutomo 1, Jalan Letkol Martinus No.7
5.Yayasan Pendidikan Assyifa, Jalan Bajak II H. Gg.Coklat No.67B
6.TK-SD-SMP-SMA Swasta Methodist 2, Jalan MH.Thamrin No.96
7.SD Swasta Methodist 6, Jalan Binjai Km.7,8 Kelurahan Cinta Dame
8.TK Kalam Kudus, Jalan Mayang No.10
9.Yayasan Perguruan DR.Wahidin Sudiro Husodo SD,SMP,SMA, Jalan Yos Sudarso Km.16 Medan Labuhan, sekolah ini juga berkat dorongan dari salah satu anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Janses Simbolon yang duduk di komisi 2 DPRD Kota Medan.

Dimana pihak Yayasan Perguruan DR.Wahidin Sudiro Husodo turut prihatin dan merasakan langsung kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh para orangtua murid akibat dampak virus corona.

” Kita berharap, akan ada lagi sekolah-sekolah swasta yang belum memberikan bantuan dengan mendiskonkan SPP kepada orantua murid agar tergerak dan terbuka hatinya,” tutup Antonius.(km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *