Kecamatan Naman Teran Gelap Gulita Tertutup Abu Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini

Headline Peristiwa

tobapos.co – Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) kembali erupsi dengan tinggi kolom abu setinggi 5.000 meter dari puncak sekitar pukul 10.16 WIB, Senin (10/8).

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Karo pun diselimuti abu vulkanik. Bahkan Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo gelap gulita karena tertutup abu dari Gunung Sinabung (foto).

“Kondisi Kecamatan Naman Teran hingga saat ini gelap gulita, karena abu vulkaniknya hingga saat ini masih berlangsung,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen.

Armen mengatakan Kecamatan Merdeka juga terdampak abu vulkanik cukup tebal. Sementara Berastagi diselimuti abu vulkanik, namun tak sampai membuat langit kecamatan itu gelap.

“Untuk Kecamatan Berastagi tidak terlalu gelap. Tapi yang pasti saat ini masih terjadi hujan abu yang cukup tebal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Armen mengimbau masyarakat dan wisatawan tak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km untuk sektor timur-utara.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” ujarnya.

Armen juga meminta masyarakat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Gunung Sinabung berstatus level III atau Siaga sejak 20 Mei 2019 dan terakhir kali erupsi pada Juni 2019.

Sebelumnya, gunung tersebut erupsi dengan tinggi kolom abu sejauh 2.000 meter sekitar pukul 01.58 WIB pada Sabtu 8 Agustus lalu. Erupsi kembali terjadi pada sore hari yang sama dengan ketinggian 1.000 meter dari puncak.

Personel TNI dan Polri pun telah melakukan patroli keamanan di wilayah Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, agar masyarakat dan petani tidak lagi memasuki kawasan zona merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *