Kapoldasu Diminta Tangkap Perusak Sungai Lau Singkam, “Tidak Perlu Lagi Menunggu Adanya Delik Aduan”

Headline Kriminal

tobapos.co – Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi menegaskan segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pelaku penambangan di dasar aliran sungai Lau Singkam di Desa Gunung Manupak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang yang diduga kuat telah menyebabkan rusaknya lingkungan disana.

Diketahui, penambangan itu disebut dilakukan salah satu perusahaan yang diduga bekerjasama dengan oknum aparatur setempat. Rabu (22/7/2020).

“Terimakasih dan akan kami perintahkan Kapolsek dan Kasat Reskrim untuk dilakukan penyelidikan. Dan apabila nanti ada pidananya akan kami proses. Terimakasih,” tegas mantan Kapolres Pelabuhan Belawan itu.

Di tempat terpisah, Ketua Pujakesuma Kabupaten Deli Serdang Legito (foto) mengatakan, dalam setiap aktivitas penambangan liar di bataran sungai atau DAS pasti mengakibatkan kerusakan pada alam dan ekosistem sekitarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendukung upaya kepolisian dalam mengungkap gembong pelaku perusakan lingkungan yang terjadi di DAS  Lau Singkam Desa Gunung Manupak B tersebut.

“Tidak ada alasan bagi pelaku yang melakukan penambang di DAS Lau Singkam itu. Intinya setiap ada penambangan pasti terjadi kerusakan  lingkungan. Jadi karna itu, polisi tidak perlu lagi menunggu adanya delik aduan dari masyarakat karna itu menyangkut dengan lingkungan hidup,” tegas Legito.

Lanjutnya, siapapun pelaku yang ikut terlibat dalam aktivitas penambangan batu di Lau Singkap itu harus ditindak sesuai dengan UU No 32 tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat penambangan batu itu kata Legito lagi, tidak hanya berimbas pada warga setempat, namun juga bagi warga di sepanjang aliran sungai itu. “Kapan saja kita bisa terkena banjir bandang akibat kerusakan sungai di bagian hulu itu,” ujar Legito.

Masih menurut Legito, polisi harus serius mengungkap dalang pemain galian itu, tanpa terkecuali harus ditindak. “Ya siapa saja yang terlibat atau yang menerima hasil kongkalikong dari penambangan batu itu harus diseret ke penjara untuk memberi efek jera,” ujar Legito.

Sebelumnya juga sorotan datang dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) meminta aparat kepolisian membongkar gembong mafia pelaku perusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lau Singkam, Desa Gunung Manupak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.

JPKP mendesak Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin Siregar segara menangkap oknum bos perusahaan penambangan itu berserta oknum aparatur terlibat.

“Polisi harus mengungkap dan menangkap pelaku perusakan lingkungan di DAS Lau Singkam ini.” ungkap Pujian Tarigan di lokasi.(ET. DS-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *