IPW Khawatir Hasil Judi Online Ada di Pusaran Pilkada 2020

Kriminal

tobapos.co – Mabes Polri lewat Satgas Merah Putih nya perlu bersikap tegas membubarkan, menangkap, dan menutup akses judi online yang semakin merajalela sekarang ini.

Ind Police Watch (IPW) khawatir hasil judi online itu akan digunakan untuk mensponsori figur – figur yang di jagokan para bandar di Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sebab judi online itu terorganisir, terstruktur, dan masif serta tidak tersentuh hukum.

Terbukti sampai saat ini jajaran Polri membiarkannya marajalela. Sejak berkembangnya pandemi Covid-19 perjudian online kian marak. Sebab orang-orang yang di rumah saja, butuh hiburan dan butuh pemasukan dana segar, sehingga cenderung mencari hiburan sambil berspekulasi dengan judi online.

Tak heran jika pemasukan para bandar judi online ini mencapai ratusan miliar perhari.

Untuk mengamankan agar judi online ini tetap beroperasi, para bandar membentuk konsorsium yang dipimpin oleh Bong alias RBT. Konsorsium membangun servernya jauh dari Jakarta, yakni di Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Sementara markas besarnya berada di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. Setiap sore hingga malam hari di depan markas RBT selalu dipenuhi oleh mobil oknum Jenderal purnawirawan.

IPW mendesak Satgas Merah Putih Polri yang selama ini begitu sigap memburu bandar narkoba, bisa segera memburu para bandar judi online ini.

“Sangat aneh, saat ini Bareskrim Polri sudah memiliki unit Patroli Siber tapi kenapa tidak mampu memburu praktek perjudian online yang kian marak, yang markasnya hanya “selangkah” dari Mabes Polri, ” ungkap Neta.

Begitu juga Kementerian Informasi dan Informatika yang begitu tegas membasmi bisnis seks online, tapi kenapa tak mampu memberangus judi online ?

Bisnis judi online ini memang menghasilkan dana segar yang sangat gurih, yang dananya bisa mengalir kemana mana.

Sebab itu para bandar membentuk membentuk konsorsium yang dipimpin Bong alias RBT, keponakan salah satu pemodal SDSB di era Soeharto. Para bandar yang tidak bergabung dalam konsorsium disapu bersih oleh mereka, seperti judi online yang bermarkas di pertokoan R di Jakarta Barat.

IPW khawatir jika judi online ini dibiarkan, para bandarnya akan masuk mensponsori jagoannya yang akan bertarung sebagai Kepala Daerah di Pilkada serentak Desember mendatang,”

Dampaknya, mereka tidak hanya mengembangkan perjudian online ke daerah tapi juga akan terlibat dalam berbagai proyek pengadaan di daerah, maupun menguasai lahan lahan pertambangan maupun perkebunan di daerah tempat jagoannya yang memenangkan Pilkada tersebut.

“Untuk itu Tim Satgas Merah Putih Polri perlu segera bertindak tegas menjaga Marwah Merah Putih Indonesia, dengan membubarkannya dan menangkapi para bandarnya serta menutup semua akses perjudian onlinenya,” pungkasnya. (Sofar Panjaitan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *