ICU RSUD Sidikalang Setahun Tak Difungsikan, DPRD Dairi Segera Panggil Pihak Rumah Sakit

Headline Korupsi

tobapos.co – Menyikapi pemberitaan “Tidak Berfungsinya Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang Hingga Satu Tahun Lamanya (tobapos.co, Senin 13/7/2020),” Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi akan mengundang pihak rumah sakit tersebut untuk melakukan rapat kerja.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Dairi, melalui anggota Komisi III, Bona Hasudungan Sitindaon di ruang rapat anggota Komisi III, Gedung DPRD Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang (foto), Selasa (14/7/2020).

“Melalui ketua Komisi III, secepatnya kita akan mengundang pihak Rumah Sakit Umum untuk melakukan rapat kerja, sekaligus mendesak mereka (RSUD – red), agar ruang ICU itu segera difungsikan, sangat mubazir atau sia – sia anggaran yang begitu besar untuk pengadaan ruang ICU tersebut kalau tidak difungsikan,” sebut Bona.

Bona Sitindaon yang juga didampingi sejumlah anggota Komisi III lainnya, Lamasi Simamora, Radeanto Banjarnahor dan Nurlinda Angkat juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya pihaknya juga sudah pernah mengingatkan Direktur RSUD Sidikalang agar memanfaatkan atau mengoperasikan dengan baik fasilitas yang ada, dan menyarankan agar pimpinan rumah sakit yang baru, dr. Sugito Panjaitan membuat gebrakan baru, agar ada perubahan di Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Saya sudah sampaikan, ke Direktur rumah sakit umum Pak Panjaitan, kalau mau menaikkan akreditasi rumah sakit ke Kelas B nanti dululah, fasilitas yang ada saja dulu dimanfaatkan dengan baik, itu sudah membuat perubahan,” tambah Bona.

Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, Lamasi Simamora mengapresiasi pernyataan Bupati Dairi DR. Eddy Keleng Ate Berutu yang berjanji akan segera mengaktifkan kembali Ruang ICU itu secepatnya. Akan tetapi Lamasi juga mempertanyakan regulasi aturan dan syarat untuk dioperasikannya ruang Icu dimaksud.

“Untuk mengoperasikan kembali Ruang ICU tersebut banyak persyaratannya, jangan ujuk – ujuk akan segera memungsikan. Bagaimana Ruang ICU tersebut difungsikan dengan SDM yang tidak mumpuni untuk mengoperasikannya, termasuk untuk mengkolaborasi kembali alat yang ada, yang nilainya sangat fantastis,” sebut Lamasi. (BOLON).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *