Harusnya Status New Normal Saja, Afni: Agar Ekonomi Warga Jakarta Tetap Jalan

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim meminta kepada Pemprov DKI agar bijak dalam menjalankan aturan di tengah pandemi Corona ini.

“Arti bijak yang saya maksud, masalah protokol kesehatan harus ditegakkan, tapi ekonomi warga pun harus jalan,” kata politisi Partai Demokrat ini kepada tobapos.co, Rabu (7/10).

Dijelaskan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Barat ini, pihak Satpol PP yang ditugaskan Pemprov DKI menangani masalah ini, jangan asal menutup usaha warga.

“Dilihat dong dengan bijak. Kalau usaha warga itu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, gak perlu juga lah main tutup. Mereka itu mau cari makan untuk hidupi keluarganya. Makanya saya bilang bijak,” harap Afni.

Afni menyarankan, agar ekonomi Jakarta tetatp jalan, DKI harus kembali ke new normal l.

‘Karena PSBB ketat membuat ekonomi kita jadi terpuruk. Selanjutnya terkait dengan pelanggaran masker, ini kan karena kinerja gugus covid yang dibuat pemprov implementasinya tidak sampai di tingkat RT dan RW,” papar Afni.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin menyampaikan sebanyak 733 tempat usaha yang terdiri rumah makan, restoran dan kafe dikenai sanksi akibat melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

Jumlah tersebut hasil dari penindakan sejak tanggal 14 September hingga 5 Oktober 2020.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, dari 733 tempat usaha yang disanksi sebanyak 516 dilakukan penutupan, sanksi denda 55, yang diberikan teguran tertulis sebanyak 162.

“Yang ditutup 516, denda 55. Teguran tertulis ada 162. Jumlahnya 733,” terang Arifin.

Selain tempat usaha, Arifin juga menyampaikan, terdapat sebanyak 34.201 orang yang disanksi akibat kedapatan tidak menggunakan masker. Dari jumlah tersebut 2.161 orang dikenai sanksi denda dan 32.040 dikenai sanksi kerja sosial.

“Total denda masker sama pelanggar tempat usaha total Rp363 juta,” pungkasnya. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *