Hari Donor Darah se-Dunia, PMI DKI Jadi Pengambil Plasma dari Pasien Corona yang Sembuh

Headline Pemerintahan

tobapos.co – Wakil Gubernur Provinisi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menghadiri Peringatan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, di Kantor PMI, Jalab Kramat Raya No.47, Jakarta Pusat. 

Pada Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2020 ini, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI DKI Jakarta telah menerima mandat sebagai penyedia plasma konvalesen bagi pasien COVID-19. Hari ini secara resmi akan dilakukan pengambilan plasma konvalesen pertama di UTD PMI DKI Jakarta.

Terapi Plasma Konvalesen merupakan metode pengambilan plasma dari dalam tubuh orang yang pernah terinfeksi COVID-19 dan sembuh, dengan kriteria khusus. Plasma tersebut akan diteliti dan hasilnya akan diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala berat. Wagub Ariza mengapresiasi dan berharap upaya tersebut semakin mempercepat penyembuhan pasien yang terpapar virus COVID-19.

“Pemprov DKI Jakarta melalui PMI DKI Jakarta telah memulai pengambilan Plasma Darah Konvalesen dari pasien COVID-19. Alhamdulillah hari ini, berkat bantuan, dukungan PMI Jakarta, kita sudah memulai pengambilan plasma tersebut. Ini merupakan metode penyembuhan bagi pasien COVID-19. Saya kira ini satu yang penting, satu metode penyembuhan yang menurut kami cukup efektif dan baik,” jelasnya di Jakarta, Minggu (14/6/2020).

Dalam kesempatan ini, Wagub Ariza turut menjelaskan, bahwa UTD PMI DKI Jakarta telah menerima sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan POM. UTD PMI DKI Jakarta pun terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan keamanan darah agar tidak tercemar.

“Selama ini PMI DKI bekerja secara profesional dan sudah mendapatkan sertifikat CPOB. Jadi ini sangat baik. (Sehingga) pasien tidak perlu khawatir, karena semuanya melalui sebuah proses, tidak hanya cermat, teliti, baik, tapi juga higienis, (dan) memenuhi syarat-syarat kesehatan lainnya,” terang Wagub Ariza.

Lebih lanjut, Wagub Ariza turut mengapresiasi semua lembaga, instansi dan individu yang telah membantu PMI DKI Jakarta dalam memenuhi stok darah, khususnya selama masa pandemi COVID-19. Walaupun jumlah donor menurun selama pandemi, dengan dukungan Pemprov DKI Jakarta, tokoh masyarakat, tempat-tempat ibadah dan instansi swasta lainnya, serta berbagai pihak tetap berupaya berkontribusi dan mengumpulkan darah bagi pasien yang membutuhkan.

“Untuk itu, kami memberikan penghargaan dan apresiasi sebagai ucapan terima kasih kami kepada bapak/ibu penerima penghargaan pada Hari Donor Darah Sedunia kali ini. Perlu kita sadari bahwa setetes darah yang diberikan akan sangat bermanfaat. Ini akan menjadi teladan bagi generasi muda kita bahwa kita sebangsa dan setanah air harus gotong royong, bersatu, saling melengkapi, membantu dan peduli untuk sesama kita, warga Jakarta,” ujar Wagub Ariza.

Selama ini UTD PMI DKI Jakarta bersama Cabang UTD di wilayah DKI Jakarta dapat mengumpulkan 1.000 pendonor darah sukarela per hari untuk melayani 49 Rumah Sakit dengan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), 168 Rumah Sakit non BDRS di Jakarta, dan 246 Rumah Sakit non BDRS di luar Jakarta. Namun, pada masa pandemi COVID-19 ini, dengan adanya PSBB dan imbauan bekerja dan beraktivitas dari rumah, maka terjadi penurunan jumlah pendonor hanya sekitar 100 – 200 per hari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemprov DKI Jakarta, tokoh masyarakat, tempat ibadah masjid, gereja dan lembaga swasta lainnya yang terus berupaya membantu mengumpulkan pendonor darah sukarela agar tersedia darah untuk pasien yang membutuhkan,” ungkap Plt. Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Muhammad Muas.

Untuk diketahui, Hari Donor Darah Sedunia tahun ini mengambil tema ‘Darah Yang Aman, Selamatkan Jiwa’. Setiap tahun pada tanggal 14 Juni, negara-negara di seluruh dunia merayakan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day). Acara ini dicanangkan pertama kali tahun 2004 oleh WHO, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya darah yang aman dan produk darah, dan untuk berterima kasih kepada donor darah atas pemberian darah sukarela mereka yang menyelamatkan jiwa. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *