Gubernur Edy Rahmayadi Maksimalkan Bantuan dan Intens Lawan Covid-19

Advertorial Pemerintahan
Advertorial Humas dan Keprotokolan Setda Pemprovsu

tobapos.co –  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi intens menghadapi pandemi  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Andalan kekuatan selalu dengan program yang penuh perhitungan. Teruji dan terukur kepedulian Edy Rahmayadi dalam menjalankan roda pemerintahan di Sumut meskipun masa sulit tersebut harus dihadapi.

Gubernur Sumatera Utara

Bersama rakyat Sumut, Gubernur Edy beserta jajaran dan OPD Pemprov Sumut terus bekerja keras, bergandengan tangan, bergotong royong  melawan wabah Covid-19 yang kini menjadi momok bagi banyak negara yang sudah melakukan lockdown.

Langkah dan kebijakan Gubernur Edy melawan penularan Covid-19 adalah mengutamakan kedisipilinan.  Pemerintah Edy terus mengimbau masyarakat Sumut agar disipilin dan mematui protokol kesehatan, seperti berdiam diri di rumah, jaga jarak, menghindari keramaian, selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta selalu pakai masker jika terpaksa keluar rumah.

Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, Pemprov Sumut bekerja sama dengan para rumah sakit telah mempersiapkan sebanyak 1.500 Kamar Isolasi. Selain lima Rumah Sakit (RS) rujukan utama menangani pasien Covid-19 yakni RSUP H Adam Malik, RSUD Kabanjahe, RSUD Djasamen Saragih, RSUD Tarutung dan RSUD Padangsidimpuan, kini sudah disiapkan RS lain mengantisipasi lonjakan pasien, diantaranya RS GL Tobing (49 kamar), Martha Friska (230 kamar), RSUD Abdul Manan Simatupang (12 kamar), RSUD Gunungsitoli (36 kamar).

Serta disiapkan RS darurat yang dimiliki oleh Pemprov Sumut dengan jumlah sebanyak 1.168 kamar, sehingga total seluruhnya 1.500 kamar. Pemprov bersama kabupaten kota juga telah menyiagakan sebanyak 206 RS yang tersebar di wilayah Sumut.

Untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, Pemprov Sumut juga telah, sedang dan akan terus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang berhak menerima, baik berupa alat kesehatan maupun bahan pangan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan arahan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, bantuan yang bersumber dari dana APBD Sumut tersebut diarahkan untuk kegiatan yang berkenaan dengan kesehatan, jaring pengaman sosial,  dan stimulus ekonomi.

Terkait dengan kesehatan, ditujukan untuk penyiapan rumah sakit (RS) khusus Covid-19, alat kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan dan bahan-bahan  serta operasional pendukung kesehatan lainnya. Saat ini sudah beroperasi RS khusus Covid-19 yaitu RS GL Tobing dengan kapasitas 49 kamar, RS Marta Friska 1 dengan kapasitas 120 kamar, dan dalam persiapan RS Marta Friska 2 sebanyak 110 kamar dan wisma atlet 99 kamar, serta beberapa lokasi lainnya untuk mencapai target 500 kamar.

Selain itu, sudah disiapkan pula tempat karantina sementara di Kabupaten Batubara bagi pekerja migran Indonesia yang kembali ke Sumut dan yang transit di Sumut. Tempat karantina sementara ini juga akan disiapkan di Kota Tanjungbalai.

Bantuan logistik kesehatan ini didistribusikan kepada rumah sakit rujukan dan non rujukan serta  RSUD seluruh kabupaten/kota termasuk tempat karantina sementara dan petugas yang melakukan tugas dalam rangka penanganan Covid-19.

Sedangkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan pantas menerima bantuan atau keluarga prasejahtera. Mengingat kondisi masyarakat saat ini sudah mendesak memerlukan bantuan, maka JPS yang akan disalurkan berupa bantuan sembako kepada 1.321.426 KK, sesuai dengan  jumlah KK prasejahtera yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

DTKS digunakan sebagai pedoman jumlah penerima bantuan, tetapi dalam penyalurannya diperhatikan kondisi calon penerima. Bila ternyata kondisi keluarga tersebut tidak pantas menerima (walaupun termuat dalam DTKS), maka tidak diberi bantuan dan dikeluarkan dari daftar. Sedangkan bila terdapat keluarga yang memang pantas menerima bantuan, walaupun tidak termuat dalam daftar DTKS, maka diberikan bantuan dan dicatatkan namanya dalam daftar. Hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran sekaligus memvalidasi data.

Bantuan ini disalurkan kepada gugus tugas kabupaten/kota yang selanjutnya mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang layak menerima oleh kepala desa/lurah bersama Babinsa dan Babin Kamtibmas. Penyaluran ini direncanakan telah terlaksana sebelum Hari Raya Idulfitri.

Di samping bantuan dari APBD Provinsi Sumut tersebut, PDAM sebagai BUMD Provinsi Sumut, juga membantu meringankan beban masyarakat tertentu dengan memberlakukan pembayaran gratis selama 3 bulan terhadap pelanggan air kategori rumah tangga 1 (rt-1) dan pelanggan sosial yang terdiri dari rumah-rumah ibadah, panti asuhan, panti jompo, yayasan yatim piatu juga Puskesmas.

Kemudian bantuan dalam betuk stimulus ekonomi untuk  membantu para pelaku usaha yang terdampak Covid-19, agar dapat menggerakkan usahanya untuk kepentingan ekonomi keluarganya dan perputaran ekonomi daerah.  Stimulus ini  lebih diutamakan bagi para pelaku UMKM, koperasi dan kelompok usaha, termasuk petani, peternak dan nelayan, berupa peningkatan kapasitas pelaku usaha dan peningkatan daya saing.

Sementara itu, ada juga bantuan yang disalurkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) yang berasal dari donasi masyarakat. GTPPC menerima bantuan dari berbagai pihak, baik dari gugus tugas pusat/kementrian,  dari perusahaan, asosiasi, kelompok profesi, kelompok masyarakat maupun perorangan, yang saat ini terkumpul di GTTPC dalam bentuk uang tunai, bahan pangan dan alat/bahan kesehatan.

Uang tunai, katanya, yang diterima sampai saat ini belum digunakan, masih dicadangkan untuk hal-hal yang diperlukan nantinya.  Sedangkan bahan pangan yang diterima telah, sedang, dan akan terus didistribusikan,  khususnya kepada panti-panti asuhan dan panti jompo (disampaikan langsung ke panti tersebut), mahasiswa luar Provinsi Sumatera Utara dan luar Medan yang tidak dapat kembali ke daerahnya (disalurkan langsung kepada mahasiswa di asrama dan perguruan tingginya).

Juga disalurkan kepada para tokoh-tokoh agama (disalurkan melalui organisasi induk masing-masing agama), guru-guru honorer (disalurkan melalui sekolah tempat  bertugas), serta alat/bahan kesehatan disalurkan kepada rumah sakit rujukan, rumah sakit non rujukan dan rumah sakit umum daerah, serta para petugas yang memerlukan dalam penanganan Covid-19.

Sementara tanggapan berbagai pihak tentang sikap intens dan kepedulian Gubernur Edy Rahmayadi dalam hal pemberian bantuan sembako juga dana JPS mendapat apresiasi dari Ombusman RI Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar dan Pengurus Perwakilan Penguatan Perekonomian Kerakyatan Nasional (Peknas)  Sumut Erico Silaban SPd MPd.

“Kita sangat apresiasi sikap kepedulian Gubsu Edy Rahmayadi intens lawan covid -19 Sumut. Dan peduli membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Abyadi Siregar kepada tobapos.co, di kantornya,  Sabtu (2/5/2020).

Namun begitu, ungkap Abyadi didampingi Erico Perwakilan Peknas Sumut meminta Pemprov Sumut  mempertajam telinga  membuka mata untuk memantau dan mengawasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Abyadi juga berharap, bantuan tersebut disalurkan berdasarkan data yang benar-benar akurat, sehingga bantuan tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan. ”Pemprovsu harus  mempertajam data yang akurat terkait masyarakat penerima bantuan dana JPS yang segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 Sumut,” imbuh Abyadi.

Ditambahkan Erico,  Peknas Sumut juga apresiasi terhadap kepedulian Gubernur terkait  bantuan sembako yang disalurkan bagi masyarakat terdampak Covid-19 Sumut.  Artinya masyarakat yang menerima bantuan tersebut sangat membutuhkan akibat terpuruknya perekonomian saat ini.

Melihat kondisi ini, lanjut Erico yang juga akademisi perekonomian di Sumut mengatakan bahwa  Pemprov Sumut dinilai jeli dan peka terhadap keluhan masyarakatnya.  ”Patutlah kita apresiasi kebijakan Pak Gubernur Edy Rahmayadi yang begitu intens membantu masyarakat  yang terdampak Covid-19 Sumut. Pelayanannya jelas menguatkan perekonomian rakyat yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” katanya.**

Ditulis oleh Marhalasan Manalu wartawan tobapos.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *