Jadwal Padat Jadi Alasan DPRD Medan Belum RDP dengan PT Unibis, Begini Janji Komisi II

Advertorial

tobapos.co– Setelah melakukan aksi demonstrasi selama kurang lebih dua jam di depan Gedung DPRD kota Medan, Senin (21/9/2020), ratusan pekerja yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) PT Unibis akhirnya diterima Anggota Dewan.

Lima perwakilan demonstran kemudian diajak beraudiensi masuk ke gedung dewan, namun di dalam ruangan tersebut, tak terlihat satu dewan pun yang menunggu di dalam. Hanya seorang perempuan menggunakan pakaian PNS bernama Ika yang menunggu perwakilan demonstran.

“Kemarin sudah lakukan aksi juga ya pak, dan diterima oleh anggota komisi dua, pak Sudari. Tadi saya sudah telphone beliau, dan ia sedang ada urusan di daerah Marelan, pesan beliau kemarin sudah dijadwalkan RDP dengan perusahaan, dinas terkait dan bapak ibu sekalian di Oktober,” katanya.

Ia mengatakan jadwal tersebut tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, sebab hatus dibahas olah Badan Musyawarah (Banmus).

“Jadi jadwal itu kan sudah terjadwal pak, tidak bisa maju atau mundur jadi saya mewakili pak Sudari berpesan RDP dengan bapak ibu itu di bulan Oktober. Jadi di awal bulan itu kan ada Banmus (Badan Musyawarah) yang gunanya untuk menjadwalkan kegiatan satu bulan kedepan. Jadi nanti di tanggal satu atau dua baru ketahuan rapat dengan Unibis itu tanggal berapa, tapi pasti dijadwalkan Oktober,” kata Ika.

Ia mengatakan bahwa bulan September agenda DPRD Medan sudah dijadwalkan oleh Banmus, sehingga sulit apabila ada yang digeser.

“Karena di bulan 9 ini, jadwalnya sudah ada. Setiap awal bulan itu kita rapat untuk jadwal satu bulan kedepan. Nanti di awal bulan kita rapat dengan bapak ibu sekalian, begitu pesan pak Sudari,” katanya.

Namun seorang perwakilan demonstran mengatakan bahwa Wakil Ketua Komisi II, Sudari telah berjanji kepada mereka kalau RDP akan digelar bulan September.

“Surat masuk kami kan di bulan Agustus buk, seharusnya kan bulan ini RDP itu dilakukan. Kemarin pak Sudari janji bulan September ini akan diselipkan, disini kita menuntut itu,” katanya.

Menjawab hal tersebut, Ika mengatakan bahwa jadwal dewan di bulan September sudah sangat padat, apalagi karena adanya jadwal pembahasan P-APBD.

Di bulan sembilan ini pak, agenda sudah padat kali, karena kita ada pembahasan P-APBD, bulan Oktober pasti dirapatkan pak, jadi bulan ini kayaknya udah enggak mungkin,” katanya.

Ia pun lantas mengatakan bahwa sebelum demo hari ini dilakukan, pihaknya sudah menanyakan ke Sudari, namun tidak direspon.

“Karena kami sudah menghubungi pak Sudari, tapi enggak mau balas WA dan enggak mengangkat telepon kita juga,” kata perwakilan demonstran.

Ika pun meminta agar para demonstran dapat bersabar, sebab Sudari katanya sudah berjanji RDP akan dijadwalkan di awal bulan Oktober 2020.

“Itu karena belum dijadwalkan, nanti kita sampaikan,” pungkasnya.

Kepada awak media, perwakilan pekerja Tarida Saragi, yang sudah bekerja puluhan tahun di tempat tersebut, mengatakan pihaknya menuntut agar gaji yang dipotong sejak 2018 segera dikembalikan kepada mereka.

“Kami ingin meminta keadilan di sini, kami minta gaji pokok yang dipotong itu, segera dikembalikan, potongannya bervariasi dari 2018. Sebelum Corona sudah ada pemotongan, alasannya tidak capai target, kerusakan mesin, dan lainnya. Terus kita enggak dipanggil, dipotong mereka saja,” katanya.

Perwakilan pekerja lainnya, Amini yang juga sudah berpuluh tahun bekerja di PT Unibis, menuntut hal yang sama yakni pemotongan gaji dan PHK sepihak perusahaan.

“Lembur diluar jam kerja itu tidak dibayar dan pemotongan gaji yang tidak jelas, dan fooding yang tidak sesuai dengan undang-undang menjadi tuntutan kita. Yang aksi ini pun belum tahu gimana nasibnya, apakah sudah dipecat kami atau gimana, jadi kami minta tolong ke DPRD Medan,” ucapnya.
(km5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *