Calon Bupati Kabupaten Karo, Cory Sriwaty Sebayang : Oh..Bukan Pemalsuan Dek, Kesalahan Administrasi

Headline Politik

tobapos.co – Calon Bupati Kabupaten Karo, Cory Sriwaty Sebayang mengatakan terkait adanya perbedaan nama pada Ijazah, NPWP dirinya dengan dokumen yang diserahkan ke KPU Kabupaten Karo dalam mengikuti kontestasi Pilkada Kabupaten Karo 2020-2025, sudah ada dokumen Penetapan Pengadilan.(foto-ist)

“Kan memang sudah ada penetapan pengadilan dek, sudah ada. Kalau gak, kan gak dikasih KPU (Kabupaten Karo-red) dek,” katanya.

Dikonfimasi kembali terkait Penetapan Pengadilan dimaksud, soal infomasi dugaan pemalsuan? Cory lanjut menjawab, “Oh..bukan pemalsuan dek, kesalahan administrasi. Jadi itu bukan pemalsuan, itu kesalahan administrasi,” lanjut Cory melalui sambungan seluler, Selasa (22/9/2020), sore.

Ditanya lagi siapa yang salah atas kesalahan dokumen Penetapan Pengadilan itu? “Siapa yang salah, itu tentu aku kurang tau, udah diperbaiki kan dek.”

Kemudian lagi lanjut ditanya, siapa yang perbaiki? “Tentu Pengadilan lah dek,” jawabnya.

Sambung tim tobapos.co, apakah sekarang sudah tidak salah lagi? “Kalau masih salah, tentu KPU mengeluarkan kita, kan gitu,”

Soal dokumen yang terbaru? “Tanya aja KPU, kan semua data dah lengkap,” tutup Cory menerangkan.

Ada Perbedaan

Melanjutkan pernyataan Cory Sriwaty Sebayang, tim tobapos.co melakukan konfimasi kepada KPU Kabupaten Karo melalui Anwar.

Berikut seputar hal yang dikonfimasi, apakah ada kesalahan (administrasi-red) pada Penetapan Pengadilan (dokumen-red) soal nama Sriwaty (Cory Sriwaty Sebayang) yang diserahkan untuk mengikuti Pildaka Karo 2020? Anwar menjelaskan, “ Oh soal nama, ya berbeda-beda, soal ijazah, apanya, memang beda-beda. Tapi dia sudah melampirkan Penetapan Pengadilan soal namanya yang menyatakan Cory Sriwaty Sebayang, Sriwaty, Cory S Sebayang itu adalah orang yang sama.” jelas Anwar, juga melalui seluler.

Lanjut ditanya, ada kesalahan pada dokumen Penetapan Pengadilan saat dilampirkan ke KPU Kabupaten Karo, itu dinyatakan Cory Sebayang? “Gak ada kesalahan, kita cuma memastikan kemarin itu, termasuk ke ijazahnya melakukan klarifikasi, bahwa benarkah Sriwaty dengan Cory Sriwaty ini adalah orang yang sama, itu yang kita ajukan.”

“Artinya sah gak dia mengajukan itukan, Cory Sriwaty Sebayang tapikan dia melampirkan ijazah itu Sriwaty Sebayang. Jadi kita telusuri, kita melakukan klarifikasi dengan sekolahnya, akhirnya dibenarkanlah oleh Dinas Kesehatan Propinsi Sumaterera Utara, bahwa yang bersangkutan dulu pernah sekolah disini dan lulus tahun 71 kalau saya tidak salah.” ujar Anwar.

Jadi, seluruh dokumen yang diserahkan Cory Sriwati tidak pernah ada yang salah bapak (KPU Kabupaten Karo) terima? “Tidak, anggak ada yang salah.” jelas Anwar.

Lanjut dicecar pertayaan, tidak pernah ada perubahan (pada dokumen Penetapan Pengadilan Cory Sriwaty Sebayang-red)? “Bukan begitu, yang adakan saat dia menyerahkan yang pertama tentu melakukan klarifikasi, tidak lagi meragukan. Namun ketika ada masa perbaikan, dia (Cory Sriwaty) telah melampirkan dokumen yang diperbaiki, itu di kroscek kembali.” jawab Anwar.

Lagi dikonfirmasi, berarti memang ada perbaikan dokumen ya pak? “Ada tahapannya perbaikan dokumen.”kata Anwar.

Berarti memang ada perbaikan dokumen pendaftarannya itu ? “Ada”

Lanjut Anwar, “Ya kalau dugaan pemalsuan, kami tidak bisa menduga – duga, silahkan kalau punya apa silahkan melakukan pengaduan, kalau kami mana bisa menduga-duga. Kalau kami mencari keabsahan dari dokumen yang dimasukkannya, mecing sudah, bahwa itu adalah ini, orang itu adalah pemegang surat ini gitu, pahamkan.”

“ Kalau ada dugaan, kami sudah telusuri , menurut kami itu tidak ada, namun kalau ada, itu makanya kemarin kami berikan tanggapan, kami link kan ke website seluruh dokumen itu, kami link kan jika ada dugaan ataupun tanggapan, silahkan menyurati ke KPU, kita akan melakukan kroscek terhadap dokumen itu.” kata Anwar.

Sambungnya, “Yang menyatakan palsu itu adalah penyidik, silahkan kalau ada apa membuat laporan. Kami sudah melakukan klarifikasi , dan ada itu tahapan klarifikasi dan verifikasi, ada dua kali, begitu dimasukkan dokumen perbaikan, ada juga itu tahapan verifikasi dokumen calon,”

“Bukan kami yang melakukan tindakan, kalau ada tentu itukan ke apa larinya, pastinya ada laporan pengaduan, silahkan ke Gakumdu atau Kepolisian, tentu kita akan dipanggil untuk dimintai keterangan itu.” tutup Anwar.(TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *