Bengkel Pembuatan Gondola di Venesia Terancam Gulung Tikar

Hiburan Olahraga

tobapos.co– Pandemi virus corona yang terjadi di hampir seluruh dunia tak hanya memakan korban jiwa. Di Venesia, Italia, pandemi ini juga telah mematikan sementara perjalanan romantis di atas air yang biasa dilakukan menggunakan perahu gondola.

Sepinya turis selama pandemi Covid-19 berdampak besar bagi para pengrajin kapal kayu tradisional yang biasanya ramai hilir mudik di perairan Vensia atau terparkir di kanal-kanal kota.

Berada di bawah ancaman kebangkrutan, galangan-galangan gondola di Venesia kini terlihat sunyi, hanya suara gemericik air dari kanal tempat perahu-perahu ini terparkir.

Empat dari bengkel tempat pembuatan perahu kecil yang tersisa, nyaris sepenuhnya berhenti beroperasi sejak larangan gondola berlayar diberlakukan selama pandemi virus corona melanda Italia.

Salah satu dari sedikit tukang kayu tradisional di Venesia, Roberto De Rossi menggambarkan ketiadaan Gandola di Venesia membuat kota ini sebagai sesuatu yang tak berarti.

“Venesia tanpa gondola adalah gelap dan tidak ada artinya,” kata Roberto De Rossi dikutip dari AFP, Minggu (31/5).

Padahal dalam setahun De Rossi bisa membuat empat hingga lima gandola di usianya yang ke 58 tahun ini.

Perahu-perahu ini biasanya dibeli oleh para pendayung gondola.

Masing-masing dibuat dan disesuaikan dengan keinginan pemilik baru.

“Kami juga memiliki beberapa pelanggan di Amerika Serikat, Jerman dan Jepang,” kata De Rossi.

Pariwisata dengan menggunakan Perahu Gandola di Kota Venesia sebenarnya telah mengalami persoalan sejak akhir tahun lalu.

Bencana alam berupa air pasang yang cukup tinggi telah menunda kedatangan para turis, bahkan tak sedikit perahu rusak akibat air pasang ini.

Tak sampai di situ, pandemi virus corona kemudian datang hingga pemerintah Italia memberlakukan lockdown pada awal Maret lalu, karena negaranya menjadi salah satu negara dengan lonjakan positif corona cukup tinggi.

Gondola-gondola di Venesia dijanjikan akan diizinkan kembali berlayar pada 3 Juni mendatang, bertepatan dengan diizinkannya kembali para wisatawan, yang kini wajib datang bermasker, kembali berwisata di Venesia.

Meski kabar akan kembali dibuka dan beroperasi, nyatanya penutupan yng terjadi sejak Maret lalu itu tetap menjadi mimpi buruk bagi para pemilik bengkel pembuatan gondola.

Salah satu bengkel gondola tertua yang masih aktif di Venesia, Tramontin, harus memulai usahanya dari awal sejak pemilik utamanya meninggal dunia.

“Karena ayah sudah meninggal dunia, kami harus memulai lagi dari awal,” kata Elena Tramontin (33) yang memutuskan bersama adik perempuannya, Elisabetta, untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk menjaga bengkel warisan ini tetap hidup.

“Kami harus menemukan kembali pijakan yang baru,” katanya.(sumbercnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *