Asphija Demo Balaikota, Gea: Kami Butuh Kerja dan Tetap Jaga Protokol Corona

Headline Peristiwa

tobapos.co – Ratusan pekerja tempat hiburan yang tergabung dalam Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan (foto). Selasa (21/07/2020).

Dalam aksi itu mereka menuntut Pemprov DKI memberikan izin tempat hiburan seperti karaoke, diskotek dan club malam untuk dapat beroperasi kembali pada masa PSBB transisi fase II sekarang ini.

Aksi yang diikuti ratusan pekerja tempat hiburan malam tersebut berlangsung lancar. Beberapa utusan peserta aksi akhirnya di terima pihak Pemprov DKI untuk berdialog membahas masalah tersebut.

Dalam orasinya, koordinator demo, Gea Hermansyah mengatakan pihaknya sudah mendapat janji dari Pemprov DKI soal rencana pemberian izin kepada tempat hiburan untuk kembali beroperasi.

“Tadi kita sudah berdialog dengan pihak Pemprov DKI, diwakilkan kepada Kesbangpol, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta TGUPP. Hasilnya dalam waktu satu minggu akan ada kebijakan disampaikan kepada kita. Yang intinya kita dapat kembali bekerja dengan beberapa syarat. Kami berharap keputusan nanti bisa diterima semua pihak,” ujar Gea yang akrab disapa Gea Jamper.

Masih kata Gea Jamper yang aktifis 98 ini menambahkan memang dibutuhkan banyak pihak untuk memperjelas keputusan itu.

“Kami berharap pihak tersebut dapat bekerja sama dalam memberikan yang terbaik kepada kami dan seluruh karyawan tempat hiburan,” tambah Sekretaris Asphija ini.

Lebih lanjut Gea menyampaikan bahwa tempat hiburan bukan lokasi yang pantas dianggap paling krusial dalam penyebaran virus corona.

Ia menyebut semua lokasi yang masih ada masyarakat saling berdekatan termasuk rawan terpapar corona.

“Kami sudah 4 bulan diminta ditutup. Pada hal lokasi usaha yang lain boleh buka. Kami butuh kepastian, kami punya izin, dan akan mematuhi semua protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” ujar Gea dalam orasinya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum Asphija Hana Suryani.

“Kenapa tempat usaha kami seolah dianggap paling rawan dalam penyebaran covid, semua tempat rawan. Kami tunggu keputusan ini dalam satu minggu, apabila belum juga disampaikan kami akan berunjuk rasa kembali dengan massa yang lebih banyak,” tegas Hana.

Untuk diketahui, selama masa pandemi covid-19, Pemprov DKI melarang tempat hiburan malam beroperasi. Saat ini tercatat sudah hampir 4 bulan, lokasi tempat hiburan di Jakarta ditutup. Disebutkan setidaknya ada 19.000 karyawan yang bekerja di tempat hiburan malam. (TP 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *